Sabtu, 14 Januari 2017

Cara mudah untuk Boarding Pass Sampai Masuk Ke Gerbong Kereta di Stasiun Gambir

Tags

 
Stasion gambir kini tegas dalam menegakkan peraturan-peraturannya, banyak orang yang mengeluhkan sulitnya untuk bisa masuk dan menghantarkan keluarganya atau kerabatnya sampai di posisi gerbong kereta. Dahulu masih ada karcis peron untuk bisa masuk ke dalam stasiun bahkan sampai kedalam kereta sekalipun, tapi kini betul-betul sudah tidak bisa lagi. yang pastinya akan banyak moment-moment pepisahan dengan keluarga atau kerabat yg dilakukan didepan pintu masuknya (sangat disayangkan). Menurut kutipan kompas kepada Kahumas Daop I Jakarta Ahmad Sudjadi terkait larangan masuk bagi pengantar menjelaskan aturan ini diterapkan untuk meminimalisasi penumpang gelap yang sering menyelundup ke kereta api eksekutif.
"Aturan dibuat karena pengantar selama ini rawan mengikuti kereta. Maka, kami membuat aturan seperti itu untuk menjaga kualitas pelayanan kereta eksekutif. Selama ini, banyak komplain dari para penumpang karena banyaknya pengantar yang mengikuti kereta," kata Sudjadi, Minggu (5/10). Dengan diterapkannya aturan ini, petugas pemeriksa karcis di pintu masuk peron melakukan pemeriksaan secara ketat. Para pengantar yang tak tahu, tak jarang yang melakukan negosiasi dengan mengatakan akan membeli karcis peron. Akan tetapi, Stasiun Gambir tak lagi menjual karcis peron sebagai tiket bagi pengantar memasuki area peron. sumber kutipan :http://nasional.kompas.com/read/2008/10/05/09160768/kenapa.pengantar.tak.boleh.masuk.gambir
Stasiun Gambir kini hampir seperti Bandara internasional, dimana banyak sekali restoran, cafe dari lantai bawah sampai naik keatas, area yang cukup besar di stasiun gambir bukan menjadi fasilitas umum gratis tapi lebih banyak lahannya di sewakan kepada pihak tenant-tenant, salah satu contoh area penukaran tiket para calon penumpang di mesin cetak mandiri yang disediakan dimana tempat antrian yang minim, fasilitas tempat duduk yang masih terbatas, dimana para calon penumpang dan pengantarnya berdiri karena kehabisan kursi duduk, ada sih yang kosong tapi di restorannya bukan fasilitas gratisnya (masih sungguh disayangkan), seharusnya dengan peraturan yang ditetapkan di imbangi dengan service atau pelayanan tanpa pamrih (gratisan) yang bisa menampung kapasitas calon penumpang dan pengantarnya, ditambah lagi dengan banyaknya pekerja pekerja angkut barang atau lebih dikenal Porter yang berseragam (dulunya berwarna Orange sekarang Biru gelap), membuat calon penumpang tidak memiliki pilihan lain, dimana mereka harus menggunakan jasa mereka untuk angkut bawaannya ke dalam kereta, yang seharusnya bisa dibantu oleh keluarganya sendiri atau pengantarnya. harganya pun cukup tinggi dan lumayan klo dibandingkan dengan harga 1 karcis peron, Rp.2500 per orang (kutipan http://www.kompasiana.com/hary_kelana/ada-yang-berbeda-di-stasiun-gambir_550d3f51813311572cb1e1ce) yakni berkisar Rp.15.000 s/d Rp.25.000 bahkan mungkin lebih (Kutipan:https://www.merdeka.com/peristiwa/libur-panjang-jasa-porter-di-stasiun-gambir-tak-laku.html), bayangkan klo jasa porter tersebut ada tulisan jelas di seragamnya NO TIPPING (Porter dilarang menerima uang tips) para calon penumpang akan merasa service yang di keluarkan oleh pihak stasiun gambir betul-betul tulus dan tidak bersifat fasilitas-fasilitas atau pelayanan-pelayanan komersil (Semua orang juga bisa klo buat fasilitas berbayar, karena yang sulit itu jika mengeluarkan failitas atau layanan secara cuma-cuma). dan coba bayangkan penghasilan yang di terima para Porter tersebut perharinya/perbulannya klo satu orang penumpang minum memberikan upah Rp.20000/satu penumpang, mungkin persepsi tersebut tidak tepat untuk stasiun gambir, karena sudah seharusnya memberikan pelayanan publik secara cuma-cuma, karena sudah ada pemasukan dari pembelian tiket calon penumpang, serta kontrak tempat para pemilik restoran dan cafenya, bahkan tarif parkirnya. mungkin betul persepsi orang pada umumnya tentang Jakarta, " Tidak ada yang Gratis di Jakarta".
Dari informasi tersebut diatas, infopintar.com hanya ingin memberi sedikit masukan atau usulan agar stasiun gambir menjadi contoh stasiun terbaik di tanah air Indonesia.
Pada kesempatan kali ini infopintar.com akan memberikan informasi seputar aturan-aturan untuk calon penumpang Kereta di stasiun gambir agar bisa mengetahui dari awal masuk parkiran kendaraan sampai masuk kedalam gerbong kereta, berikut penjelasannya :
1. Disediakan area parkir kendaraan roda dua dan empat yang cukup memadai, juga ada juru parkirnya (tetap tidak ada tulisan di seragamnya NO TIPPING), bagi yang hanya Drop Out penumpang saja, silhkan ikuti jalur Drop Out nya karena ada display petunjuknya.
2. Calon penumpang, diharuskan 1 jam sebelum keberangkatan sudah harus melakukan :



a. Cetak tiket mandiri (silahkan antri, cukup satu orang saja tidak perlu pengantar ikut antri) adapun cara-caranya sbb : 1. Isi kode Booking / Kode pembayaran 2. Tekan Search 3. Selanjutnya akan tampil informasi terkait tiket yang akan dicetak 4. Cilahkan tekan Cetak
b. Lihat petunjuk pada layar monitor yang disediakan, terkait status keretanya (lihat nomor kereta yang dipesan) ontime atau delayed. mungkin bisa sambil duduk-duduk (jika masih ada tempat duduk)
c. Selanjutnya silahkan menuju antrian Boarding Pass (pemeriksaan tiket), ingat selain calon penumpang dilarang ikut serta masuk. pastikan membawa identitas diri KTP / SIM /PASSPORD.
d. Berikan salam perpisahan untuk kerabat, atau keluaga setelah selesai dari loket pemeriksaan, bisa kesebelah atau kesamping kiri (klo pintu selatan), karena tepat disana lah moment perpisahan itu bisa terjadi (mungkin berbeda dengan kisah AADC, ketika Cinta mengejar Rangga).
e. Patikan sudah mengetahui posisi jalur keretanya apakah jalur 1-2 atau 3-4, apabila bingung silahkan langsung tanya percis pada petugas keamanan berpakaian seragam biru dengan helm putih di lokasi moment perpisahan tersebut (ada yang jaganya).
f. Apabila membawa barang bawaaan banyak, silahkan gunakan Poter (Komersil) klo calon penumpang tidak miliki uang pecahan kecil sebaiknya dipecahkan dulu, atau kalau calon penumpang tidak miliki uang banyak, berarti anda harus terpaksa angkat sendiri barang bawaannya.(tenang ada tangga eskalatornya, tapi klo hidup, klo mati silahkan gunakan tangga manualnya).
g. Jika sudah dijalur kereta silahkan cari petugas keretanya, biasanya ada di depan pintu masuknya karena hal yang harus anda tanyakan dimana gerbong keretanya yang sesuai dengan tiket keretanya.
h. Setelah memasuki gerbong keretanya, pastikan duduk sesuai dengan nomorkursi pada tiketnya (lihat nomor duduknya di atas tempat duduk).
i. Simpan barang bawaaan tepat diatas kita duduksaja, jangan terlalu jauh
j. Jangan gunakan Toilet kereta apabila kereta belum berjalan(bahaya), karena kasihan dengan penumpang lainnya nanti yang akan menunngu keretanya, mencium aroma atau menemukan jejak anda di relnya.

Proses itu dilakukan tidak mengikat, karena bisa saja dengan seiring peningkatan atas layanan Stasiun Gambir, semakin dimudahkan.

 Demikian yang bisa infopintar.com sampaikan untuk kesempatan kali ini, tunggu update terkininya dengan ikuti terus seputar beragam informasi yang kaya akan manfaat di www.infopintar.com

Atas segenap perhatiannya, infopintar.com ucapakan banyak terima kasih.


 


EmoticonEmoticon

Artikel Pilihan