Rabu, 11 Januari 2017

Membuat TV Tabung Menjadi Smart TV

Tags

Kini TV Tabung, LCD, Plasma, LED sudah bisa dijadikan Smart TV adapun syarat utamanya harus ada Connector AV IN atau HDMI karena akan menerima gambarnya dan di perlihatkan pada TVnya. Memang saat ini berbagai produsen electorik ternama sudah banyak meluncurkan product-product SmartTV, dimana fungsi Smart TV menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat golongan Menengah ke atas. masyarakat diminta jeli dan lebih pintar dalam memilih perangkat-perangkat elektronic, karena harus bisa melihat dari sisi positif dari manfaatnya dan sisi negatif akan dampak atau bahaya yang dihasilkan dari electorik-electronik tersebut. Kali ini www.infopintar.com akan mengajak segenap InpiHolic dan seluruh masyarakat untuk jauh mengenal perangkat-perangkat yang ada di sekitar kita atau yang kita miliki saat ini, apakah bisa di update atau dimodifikasi dengan trend saat ini atau menunggu menjadi barang rongsokan saja. sebelum jauh www.infopintar.com menginformasikan terkait membuat atau merubah TV Tabung menjadi Smart TV, ijinkanlah infopintar.com memaparkan kelebihan dan kekurangan atas fungsi dari Smart TV. Berikut penjelasannya. 
 
Mengenal Smart TV :
  1. Smart TV Adalah TV Yang Mempunyai Prosesor Atau Otak Tambahan Sehingga Anda Dapat Mengoperasikan TV Tersebut Seperti Anda Mengoperasikan Komputer 
  2. Smart TV Tidak Memiliki Fitur Layar Sentuh Atau Touch Screen
  3. Smart TV Tidak Bisa Merekam Program Di Acara TV & Memutarnya Kembali (Fitur Playback)
  4. Smart TV Tetap Memerlukan Jaringan Internet Untuk Bisa Terhubung Dengan Internet
  5. Untuk Menjadi Monitor Tambahan Komputer Anda Tidak Membutuhkan Smart TV
  6. Bisa akses Video Streaming Di Youtube
  7. Bisa Browsing Internet seperti Google
  8. Video Call
  9. Image Viewer
  10. Bisa akses Printing
  11. Bisa Social Media seperti Google+,Facebook, Twitter, Istagram dll
Kutipan dari :http://www.arjunaelektronik.com/hal-yang-perlu-anda-ketahui-tentang-smart-tv/ 
http://sanfordlegenda.blogspot.co.id/2013/10/Smart-TV-apa-itu-Smart-TV.html
 
  Jadi dapat disimpulkan bahwa SmartTV adalah Sebuah Teknologi baru di Televisi (Telekomunikasi Pencitraan) yang memiliki fungsi pintar atau Smart seperti layaknya Smart Phone atau Personal Computer Unit dan merupakan perangkat bersifat aktif seperti bisa melihat, mendengar, memproses bahkan mengawasi.
Maanfaat Smart TV atau Kelebihan yang dimiliki oleh SmartTV :

  1. Aman untuk mata, karena pada umumnya kualitas layar SmartTV sudah LED sehingga cukup aman untuk di konsumsi mata (pada ketentuan tertentu)
  2. Hemat Listrik, karena asupan listrik nya kecil (tergantung produsen TVnya)
  3. Tidak memerlukan tempat besar, karena umumnya Slim
  4. Bukan sekedar TV, tetapi memiliki fungsi seperti komputer atau smartphone
  5. Dapat Merecord atau merekam
  6. Multitasking
  7. Media social dan Game
  8. Perintah suara dan Gerakan
  9. Miliki fitur Home Dasboard
  10. Dll
Kutipan dari :http://tekno.liputan6.com/read/807451/smart-tv-tak-sekadar-hubungkan-tv-ke-internet
 Sebelum infopintar.com memberikan informasi terkait dampak negatif dari penggunaan SmartTV, berikut ini infopintar.com akan mengulas dulu terkait dari artikel-artikel yang beredar di internet terkait SmartTV, berkut kutipannya :
 "Dalam hal Smart-TV, pengguna berpikir mereka memakai televisi, sebuah alat yang pasif, yang tidak melakukan banyak hal. Smart-TVs sebenarnya alat yang aktif, yang mendengar, melihat, bisa mengawasi apa yang Anda tonton, dan apa yang Anda cari di internet jika Anda memakainya sebagai 'browser'. Dan bahaya terbesar adalah: orang tidak sadar. Orang diawasi tanpa menyadarinya, ujarf Prof. Michael Waidner, dari Institut Fraunhofer untuk teknologi informasi lebih aman- SIT.
Transfer data diam-diam
        Setiap kali kita menyalakan Smart-TV atau mengubah program, televisi mengirimkan pertanyaan kepada situs stasiun televisi. Kalau di Jerman, dari situs itu orang mendapat petunjuk tentang penjagaan keamanan data, yang memberi peringatan, bahwa stasiun televisi kini mengumpulkan data tentang si pengguna. Petunjuk ini kerap terselubung. Orang tidak mungkin mencegahnya, dan itu ada dampaknya.
       Marco Ghiglieri, pakar informatika dari Technische Uni Darmstadt menjelaskan: "Pengumpulan data bisa digunakan, agar pengguna mendapat iklan-iklan yang mungkin menarik. Dalam kasus lebih parah, asuransi kesehatan bisa menggunakan data untuk menaikkan biaya asuransi kesehatan, dengan alasan: pengguna terlalu banyak nonton televisi.
      Penawar layanan bisa membuat profil untuk kebiasaan pengguna televisi. Jika beberapa orang secara bersamaan menggunakan sebuah televisi, problem bisa timbul. "Iklan yang disesuaikan dengan Anda bisa tampak demikian: malam hari Anda melihat film yang melibatkan brutalitas. Sehari setelah itu, anak Anda disuguhkan iklan-iklan tentang senjata tertentu", tambah Marco Ghiglieri.
      Membuat profil konsumen Dari jejak data yang kita tinggalkan lewat smart TV atau ponsel pintar, bisa dibuat profil kepribadian yang menyeluruh. Padahal ponsel hanya mencatat ke mana Anda pergi, apa yang Anda lakukan, di mana Anda berbelanja, sesering apa Anda pergi ke toko tertentu dan ke gereja mana Anda pergi.
      Hervais Simo Fhom pakar informatika dari Institut Fraunhoferfür -SIT mengatakan:
"Bisa dideteksi juga, apakah si pengguna cenderung tidak labil secara emosional, atau terbuka, atau cenderung memperhatikan peraturan. Jadi semua ciri yang disebut Big-Five, lima ciri kepribadian, yang jadi standar dasar dalam psikologi secara umum". Coba bayangkan, kepala bagian personal di kantor mendapat data-data Anda. Pencari kerja bisa diterima berdasarkan profil kepribadian semacam ini, atau juga ditolak. Atau perusahaan merencanakan karir berdasarkan data-data tersebut.
     Ilmuwan dari Institut Fraunhofer untuk teknologi informasi yang aman dan Universitas Teknik Darmstadt bekerjasama mencari strategi untuk menghadapinya. Inti utama: semua orang harus bisa memutuskan sendiri, apakah ia bersedia memberikan data-datanya.
Perangkat pelindung data
      Para peneliti di Darmstadt mengembangkan 'alat perlindungan data', yang menjadikan pengguna penentu utama atas data-data pribadinya. Komputer berupa kotak kecil yang ditempatkan di belakang Smart-TV mengawasi lalulintas data dari dan ke televisi, dan memberikan peringatan jika menemukan aliran data kritis.
      Marco Ghiglieri menjelaskan fungsinya: "Segera setelah Anda mendapat informasi dari kotak itu, Anda bisa memutuskan apakah stasiun televisi akan mendapat data Anda atau tidak. Itu dilakukan pengguna dengan menekan tombol hijau.Peralatan rumah tangga lain yang 'pintar', seperti pengatur penghangat ruangan, kamera atau gelang pengukur kebugaran menyalurkan data pribadi lewat internet. Perusahaan harus memberikan kesadaran kepada konsumen tentang penyaluran data ini, atau meminta ijin, juga untuk kepentingan sendiri.
 Kutipan dari :http://jasamax.blogspot.co.id/2016/06/dampak-negatif-memiliki-smart-tv-dirumah.html
Setelah kita melihat informasi tersebut kita dapat melakukan analisa terkait dampak negatif dari SmartTV antara lain :
  1. Bisa di Retes (Hack) karena terhubung ke internet dan media social
  2. Konsumsi penggunaan TV jadi lebih sering
  3. Lebih banyak berinteraksi di internet atau dunia maya dibanding dengan lingkungan nyata sekitar sesungguhnya.
  4. Lebih ekstra lagi melakukan pengawasan terhadap anak-anak, terkait akses tanpa batasannya
  5. Tagihan internet mahal, karena membutuhkan akses kecepatan lebih
  6. Dan masih banyak lagi, terkait keluhan dari user penggunanya.
Dari itu semua, infopintar.com mengajak semuanya terutama InpiHolic agar lebih bijaksana dalam membeli perangkat-perangkat electronic. dan lebih pintar dalam melihat dari sisi nilai manfaat serta dampak negatif yang dihasilkannya. setelah itu baru bisa membuat keputusan apakah itu menjadi suatu kebutuhan utama, atau kebutuhan tambahan atau hanya sekedar gaya hidup kekinian (lifestyle).
Berikut ini www.infopintar akan memberikan tips dan trik cara merubah atau membuat TV Tabung, Lcd, Plasma, Led, Oled dimana tujuannya memanfaatkan perangkat electronic TV yang sudah ada dirumah tanpa perlu membeli baru lagi perangkatnya, karena pasti TV yang saat ini ada di tempat kita masih layak bahkan sangat baik dan bagus untuk di jadikan SmartTV.

Adapun tahapannya sebagai berikut :
  1. Pastikan harus ada Connector AV in pada TV nya
  2. Miliki alat Set Top Box (STB) banyak merek dipasaran produsen asal China
  3. Miliki Internet di rumah (Fixedline) dan sudah ada fasilitas modem router wifinya
  4. Kabel lan, untuk menjangkau dari modem internet ke perangkat STB, karena akan mendapat ip dhcp dari modem routernya
  5. Setting username password di STB, jika berbayar kan mendapat rekening dan kata sandi. jika tidak berbayar tidak usah
  6. Hidupkan STBnya, dan pastikan kabel AV dari STB ke TV sudah terpasang
  7. Hidupkan TV, arahkan ke AV mode
  8. Create Shorcutnya seperti Browser, Youtube dll.
  9. Selesai, klo mau nonton tv local tinggal pindah ke Antena, klo mau internet tv bisa av mode.
Bagaimana tertarikuntuk mencoba, tenang harga perangkat dipasaran banyak dan harganya juga murah kok. tapi klo bingung setting-settingnya saran infopintar.com silahkan berlangganan saja di indihome. jadi tidak perlu repot repot. tinggal duduk santai jrenkkkkk dan nonton deh.

Tapi sekali lagi infopintar.com berpesan, jadi lah orang yang bijak dalam mengkonsumsi perangkat electronik dan teknologi internet. sehingga bukan TVnya saja yang smart melainkan usernya juga SmartUser.



Demikian yang bisa infopintar.com berikan, ikuti terus informasi terkini lagi dari infopintar.com dan semoga apa yang infopintar.com sampaikan dapat bermanfaat untuk semuanya.
Terima kasih


 


EmoticonEmoticon

Artikel Pilihan