Senin, 09 Januari 2017

Tanaman Pegagan selain berhasiat untuk kecantikan juga untuk Flu dan Demam Campak

Tanaman Pegagan selain sangat mudah didapatkan di lingkungan sekitar rumah kita seperti di sawah, bebatuan, pekarangan rumah. sekarang sudah bisa dibudidayakan didalam pot-pot rumah, sehingga dapat setiapsaat di konsumsi.


Pegagan merupakan jenis tanaman yang tergolong sebagai tumbuhan gulma atau tumbuhan penganggu. Tanaman ini dapat kita jumpai diarea pesawahan ataupun pekarangan rumah, tanaman ini herbal ini merupakan tanaman yang dapat berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini berasal dari Asia, adapun sebutan lain untuk tanaman ini yaitu daun kaki kuda. Pegagan merupakan jenis tanaman yang daya adaptasinya cukup bagus, hal ini dibuktikan bahwa tanaman ini dapat tumbuh di daerah dataran rendah ataupun dataran tinggi dengan sangat baik.
Nama latin dari tanaman ini yaitu  centella asiatica ( linn ) Urb, adapun nama lain dari tanaman pegagan yaitu pasequinus asiatic rumph dan hydrootyleasiatica linn. Sedangkan di indonesia sendiri pegagan mempunyai sebutan ain di setiap daerah seperti antanan rambat (sunda), tungkai (bugis), pegege (aceh dan ujungpandang), taidah (bali), sarowati (maluku), gagan-gagan, pegagan, rendeng, kerok batok (jawa), kori-kori (halmahera), ampagagan (batak), sandanan (irian).

Karakteristik/Ciri Tanaman Pegagan
Berikut ini merupakan ciri-ciri tanaman pegagan, diantaranya sebagai berikut :
  • Pegagan termasuk tanaman terna yang hidup sepanjang tahun.
  • Tanaman ini mempunyai warna bunga berwarna merah muda atau putih.
  • Pegagan mempunyai buah yang kecil menggantung serta mempunyai bentuk yang pipih atau lonjong dengan aroma yang wangi dan rasanya yang pahit.
  • Pegagan termasuk tanaman yang tidak berbatang, namun mempunyai rimpang yang dengan ukuran pendek dan stolon-stolon yang merayap panjang rimpang berkisar antara 10 sampai 80 cm.
  • Akar pegagan keluar dari bonggol serta banyak percabangannya dan bisanya dari percabangan tersebut berbentuk individu ataupun tumbuhan baru.
  • Pegagan mempunyai daun tunggal, bertangkai panjang berkisar sekitar 5 sampai 15 cm, berbentuk menyerupai ginjal, bergerigi dan tersusun dalam roset yang terdiri dari 2 sampai 10 helai daun terkadang juga terdapat rambutnya.
Kandungan Senyawa Aktif
Tanaman pegagan mempunyai senyawa aktif yang sangat berkhasiat bagi kesehatan  tubuh, diantaranya yaitu
  • Gllikosida triterpenoida
  • Isothankuniside
  • Hidrocotylin
  • Kalium
  • Carotenoid
  • Centellose
  • Madasiatic acid
  • Thankuniside
  • Glikosida saponin
  • Meso inositol
  • Brahmik acid
  • Madecassoside
  • Triternoid merupakan senyawa utama yang berfungsi untuk meingkatkan ungsi otak dan memberikan efek relaksasi atau menenangkan.
  • Brahminoside yaitu merupakan protein yang mempunyai fungsi pentingterhadap sel otak.
  • Asiaticoside yaitu merupakan senyawa yang berfungsi dala meningkatkan stimulasi sel darah dan siste imun. Tidak hanya itu, kandungan senyawa inipun berfungsi sebagai antibiotik alami.
 

Manfaat Pegagan :
Peranan pegagan dalam kehidupan kita ternyata sangat luar biasa bagi mereka yang suka mengkonsumsi tanaman ini dan telah merasakan manfaat dari tanaman pegagan. Apa sajah manfaat yang dapat kita ambil jika mengkonsumsi tanaman ini, diantaranya sebagai berikut :
  • Dapat membantu saluran penernaan.
  • Dapat menyembuhkan penyakit sinussitis dan flu.
  • Dapat mengatasi jenis penyakit hepatitis dan tifus.
  • Dapat mencegah dan menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Dapat menghambat terjadinya keloid.
  • Dapat mengobati berbagai jenis penyakit seperti campak, demam, amandel dan sakit tenggorokan.
  • Dapat mengatasi penyakit wasir atau ambeien.
  • Dapat membantu melancarkan sirkulasi darah.
  • Dapat mengobati penyakit batu pada saluran kencing atau kencing batu.
  • Menurunkan gejala depresi serta meningkatkan fungsi mental dan kognitif yang lebih baik.
  • Mengatasi penyakit kulit, TBC,tipus, sengatan ular ataupun bisul. Dan
  • Mengobati penyakit cacingan atau mimisan.
 


Efek negatif dari pegagan :

#Pegagan Dapat Menurunkan Kesuburan

Berdasaran penelitian yang dilakukan boely C, yang dipublikasikan oleh Gaz Medikal France pada tahun 1975. Menyatakan bahwa pegagan boleh dikonsumsi asalkan sesuai aturan atau dosis dan tidak melampui batas amannya dan direkomendasikan oleh dokter atau ahli gizi.  Serta tidak menimbulkan efek samping bagi tubuh. hasil penelitian menyebutkan bahwa seorang pasien yang diberikan asiatikosida secara oral dengan dosis 1 gram/ 1kg berat badan yang diujikan dengan dicampur ekstrak pegagan terbukti tidak mengandung toksin dan dapat diterima dengan baik. Satu lagi, tanaman yang tumbuh secara liar ini tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau dalam waktu yang cukup lama. Karena tanaman yang menyerupai kaki kuda ini mengandung asiatikosida dan thankuni sida yang dapat menurunkan tingkat kesuburan . dan jika terus dikonsumsi lambat laun hal ini dapat berpengaruh pada kondisi yang menyebabkan kemandulan.
Nah, oleh karena atau alasan apapun tidak disarankan untuk mengkonsumsi pegagan dalam jangka waktu lam atau berlebihan karena efek samping yang timbul dapat membahayakan kesehatan secara keseluruhan. Dalam kemungkinan terburuk dapat menyebabkan kematian. jika dikonsusmi melampaui batas alias over dosis biasanya akan menimbulkan gejala sakit kepala, vertigo dan koma.
 

 

Demikian yang bisa infopintar.com berikan, ikuti terus informasi terkini lagi dari infopintar.com dan semoga apa yang infopintar.com sampaikan dapat bermanfaat untuk semuanya.

Terima kasih


EmoticonEmoticon

Artikel Pilihan