Sabtu, 14 Januari 2017

Cara mudah untuk Boarding Pass Sampai Masuk Ke Gerbong Kereta di Stasiun Gambir

Tags
 
Stasion gambir kini tegas dalam menegakkan peraturan-peraturannya, banyak orang yang mengeluhkan sulitnya untuk bisa masuk dan menghantarkan keluarganya atau kerabatnya sampai di posisi gerbong kereta. Dahulu masih ada karcis peron untuk bisa masuk ke dalam stasiun bahkan sampai kedalam kereta sekalipun, tapi kini betul-betul sudah tidak bisa lagi. yang pastinya akan banyak moment-moment pepisahan dengan keluarga atau kerabat yg dilakukan didepan pintu masuknya (sangat disayangkan). Menurut kutipan kompas kepada Kahumas Daop I Jakarta Ahmad Sudjadi terkait larangan masuk bagi pengantar menjelaskan aturan ini diterapkan untuk meminimalisasi penumpang gelap yang sering menyelundup ke kereta api eksekutif.
"Aturan dibuat karena pengantar selama ini rawan mengikuti kereta. Maka, kami membuat aturan seperti itu untuk menjaga kualitas pelayanan kereta eksekutif. Selama ini, banyak komplain dari para penumpang karena banyaknya pengantar yang mengikuti kereta," kata Sudjadi, Minggu (5/10). Dengan diterapkannya aturan ini, petugas pemeriksa karcis di pintu masuk peron melakukan pemeriksaan secara ketat. Para pengantar yang tak tahu, tak jarang yang melakukan negosiasi dengan mengatakan akan membeli karcis peron. Akan tetapi, Stasiun Gambir tak lagi menjual karcis peron sebagai tiket bagi pengantar memasuki area peron. sumber kutipan :http://nasional.kompas.com/read/2008/10/05/09160768/kenapa.pengantar.tak.boleh.masuk.gambir
Stasiun Gambir kini hampir seperti Bandara internasional, dimana banyak sekali restoran, cafe dari lantai bawah sampai naik keatas, area yang cukup besar di stasiun gambir bukan menjadi fasilitas umum gratis tapi lebih banyak lahannya di sewakan kepada pihak tenant-tenant, salah satu contoh area penukaran tiket para calon penumpang di mesin cetak mandiri yang disediakan dimana tempat antrian yang minim, fasilitas tempat duduk yang masih terbatas, dimana para calon penumpang dan pengantarnya berdiri karena kehabisan kursi duduk, ada sih yang kosong tapi di restorannya bukan fasilitas gratisnya (masih sungguh disayangkan), seharusnya dengan peraturan yang ditetapkan di imbangi dengan service atau pelayanan tanpa pamrih (gratisan) yang bisa menampung kapasitas calon penumpang dan pengantarnya, ditambah lagi dengan banyaknya pekerja pekerja angkut barang atau lebih dikenal Porter yang berseragam (dulunya berwarna Orange sekarang Biru gelap), membuat calon penumpang tidak memiliki pilihan lain, dimana mereka harus menggunakan jasa mereka untuk angkut bawaannya ke dalam kereta, yang seharusnya bisa dibantu oleh keluarganya sendiri atau pengantarnya. harganya pun cukup tinggi dan lumayan klo dibandingkan dengan harga 1 karcis peron, Rp.2500 per orang (kutipan http://www.kompasiana.com/hary_kelana/ada-yang-berbeda-di-stasiun-gambir_550d3f51813311572cb1e1ce) yakni berkisar Rp.15.000 s/d Rp.25.000 bahkan mungkin lebih (Kutipan:https://www.merdeka.com/peristiwa/libur-panjang-jasa-porter-di-stasiun-gambir-tak-laku.html), bayangkan klo jasa porter tersebut ada tulisan jelas di seragamnya NO TIPPING (Porter dilarang menerima uang tips) para calon penumpang akan merasa service yang di keluarkan oleh pihak stasiun gambir betul-betul tulus dan tidak bersifat fasilitas-fasilitas atau pelayanan-pelayanan komersil (Semua orang juga bisa klo buat fasilitas berbayar, karena yang sulit itu jika mengeluarkan failitas atau layanan secara cuma-cuma). dan coba bayangkan penghasilan yang di terima para Porter tersebut perharinya/perbulannya klo satu orang penumpang minum memberikan upah Rp.20000/satu penumpang, mungkin persepsi tersebut tidak tepat untuk stasiun gambir, karena sudah seharusnya memberikan pelayanan publik secara cuma-cuma, karena sudah ada pemasukan dari pembelian tiket calon penumpang, serta kontrak tempat para pemilik restoran dan cafenya, bahkan tarif parkirnya. mungkin betul persepsi orang pada umumnya tentang Jakarta, " Tidak ada yang Gratis di Jakarta".
Dari informasi tersebut diatas, infopintar.com hanya ingin memberi sedikit masukan atau usulan agar stasiun gambir menjadi contoh stasiun terbaik di tanah air Indonesia.
Pada kesempatan kali ini infopintar.com akan memberikan informasi seputar aturan-aturan untuk calon penumpang Kereta di stasiun gambir agar bisa mengetahui dari awal masuk parkiran kendaraan sampai masuk kedalam gerbong kereta, berikut penjelasannya :
1. Disediakan area parkir kendaraan roda dua dan empat yang cukup memadai, juga ada juru parkirnya (tetap tidak ada tulisan di seragamnya NO TIPPING), bagi yang hanya Drop Out penumpang saja, silhkan ikuti jalur Drop Out nya karena ada display petunjuknya.
2. Calon penumpang, diharuskan 1 jam sebelum keberangkatan sudah harus melakukan :



a. Cetak tiket mandiri (silahkan antri, cukup satu orang saja tidak perlu pengantar ikut antri) adapun cara-caranya sbb : 1. Isi kode Booking / Kode pembayaran 2. Tekan Search 3. Selanjutnya akan tampil informasi terkait tiket yang akan dicetak 4. Cilahkan tekan Cetak
b. Lihat petunjuk pada layar monitor yang disediakan, terkait status keretanya (lihat nomor kereta yang dipesan) ontime atau delayed. mungkin bisa sambil duduk-duduk (jika masih ada tempat duduk)
c. Selanjutnya silahkan menuju antrian Boarding Pass (pemeriksaan tiket), ingat selain calon penumpang dilarang ikut serta masuk. pastikan membawa identitas diri KTP / SIM /PASSPORD.
d. Berikan salam perpisahan untuk kerabat, atau keluaga setelah selesai dari loket pemeriksaan, bisa kesebelah atau kesamping kiri (klo pintu selatan), karena tepat disana lah moment perpisahan itu bisa terjadi (mungkin berbeda dengan kisah AADC, ketika Cinta mengejar Rangga).
e. Patikan sudah mengetahui posisi jalur keretanya apakah jalur 1-2 atau 3-4, apabila bingung silahkan langsung tanya percis pada petugas keamanan berpakaian seragam biru dengan helm putih di lokasi moment perpisahan tersebut (ada yang jaganya).
f. Apabila membawa barang bawaaan banyak, silahkan gunakan Poter (Komersil) klo calon penumpang tidak miliki uang pecahan kecil sebaiknya dipecahkan dulu, atau kalau calon penumpang tidak miliki uang banyak, berarti anda harus terpaksa angkat sendiri barang bawaannya.(tenang ada tangga eskalatornya, tapi klo hidup, klo mati silahkan gunakan tangga manualnya).
g. Jika sudah dijalur kereta silahkan cari petugas keretanya, biasanya ada di depan pintu masuknya karena hal yang harus anda tanyakan dimana gerbong keretanya yang sesuai dengan tiket keretanya.
h. Setelah memasuki gerbong keretanya, pastikan duduk sesuai dengan nomorkursi pada tiketnya (lihat nomor duduknya di atas tempat duduk).
i. Simpan barang bawaaan tepat diatas kita duduksaja, jangan terlalu jauh
j. Jangan gunakan Toilet kereta apabila kereta belum berjalan(bahaya), karena kasihan dengan penumpang lainnya nanti yang akan menunngu keretanya, mencium aroma atau menemukan jejak anda di relnya.

Proses itu dilakukan tidak mengikat, karena bisa saja dengan seiring peningkatan atas layanan Stasiun Gambir, semakin dimudahkan.

 Demikian yang bisa infopintar.com sampaikan untuk kesempatan kali ini, tunggu update terkininya dengan ikuti terus seputar beragam informasi yang kaya akan manfaat di www.infopintar.com

Atas segenap perhatiannya, infopintar.com ucapakan banyak terima kasih.


 

Jumat, 13 Januari 2017

Cara Menghitung dan Menentukan Harga Jual Produk berdasarkan Bill of Material atau Basic Receipe

 
Bill of Material umum sudah dikenal dalam dunia produksi, pada prinsipnya hampir sama dengan Receipe Costing, namun hanya berbeda dunia industrinya. Pada umumnya Bill of Material (BOM) lebih dikenal di dunia Manufacture, Garment dll. namun untuk Receipe Costing biasa di gunakan pada dunia F&B (Food and Beverage) dan masyarakat mengenalnya sebagai Restaurant, Cafe, Bistro, Catering, Counter dan sebagainya. sebelum infopintar.com memberikan sedikit informasi terkait Bill of material dan Receipe Costing izinkanlah infopintar.com mendefinisikan terlebih dahulu.

Bill Of Material adalah : Definisi produk akhir yang terdiri dari daftar  item, bahan, atau material  yang  dibutuhkan  untuk merakit, mencampur  atau memproduksi  produk akhir. 
di bedakan menjadi dua macam yaitu :
  1. Single Level Bill of Material
  2. Multilevel Bill of Material
Receipe Costing adalah : Seluruh biaya (cost) yang dikeluarkan untuk dapat menghasilkan suatu menu makanan dan minuman dengan standart resep tertentu dari mulai bahan, pengolahan, hingga menjadi menu makanan dan minuman siap jual per satu porsi. dan membentuk nilai anatara lain :
  1. Food Costing
  2. Beverage Costing
  3. F & B Costing
  4. COGM (Cost of Good Material)
  5. COGS (Cost of Good Sold) atau biasa dikenal HPP
  6. P&L (Profit and Lost)
Setelah kita mengetahui dari definisi tersebut, kita bisa sesuaikan metoda mana yang kita butuhkan sesuai dengan kebutuhan kita, karena master perhitungan Bill Of material dengan Receipe Costing berbeda.

Pada kesempatan kali ini infopintar.com akan memberikan informasi seputar Receipe Costing dahulu namun nantinya menyusul untuk Bill of Materialnya, jadi ikuti terus informasi terkini dari infopintar.com
Resep atau Receipe adalah faktor utama sebagai dasar perhitungan basic costing dari suatu product (produk).
  
Di dunia Hospitality atau industri Makanan dan minuman sangat aktif dalam melakukan control atas Basic Cost Product, karena dengan begitu bisa melakukan proses controling secara cepat dan tepat terkait perubahan harga material atau bahan mentah, yang memang pada umumnya nilai atas suatu bahan material selalu berubah-ubah karena banyak sumber atau faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti proses distribuasi, faktor alam dan cuaca, gagal panen, Kekosongan barang, keterbatasan volume Import, sehingga para supplier atau produsen bisa setiap saat melakukan perubahan atas harga jual barang materialnya.
Resep dasar atau Basic Cost tidak serta merta datang  dengan sendirinya, banyak pihak yang terlibat didalamnya, sehingga bisa terwujud perhitungan tersebut. ketika produksi membuat resep, dan diserakan kepada Cost control bukan hanya sekedar resep masakan yang umumnya beredar dimasyarakat, tetapi lebih berstandard yang meliputi antara lain :
  1. Penggunaan bahan material bruto dan nettonya
  2. Dokumntasi product terkait proses pembuatan dan pengolahannya yang terdiri dari WIP Product atau GIP (Good in Process) dan Finishing Good Product
  3. Pengelompokan type dan jenis serta kategori produk
  4. Nama atau Identitas Product
  5. Timing Process
  6. Approved atau persetujuan
Setelah itu dibuat, maka baru selanjutnya masuk ke tahap proses costing, dimana yang melakukan perhitungan Receipe Costing bukan karyawan atau staff biasa, Cost control harus orang yang betul-betul mengerti SOP nya, karena ini adalah kunci awal dari Profit and Lost perusahaan.
Kemudian Cot Control akan menarik data barang disystem terkait PO (Purchase Order) dan PB (Penerimaan Barang) yang dibuat oleh Purchasing dan Logistik, karena dengan begitu bisa melihat nilai atau harga dari suatu barang material yang dibeli, dan apabila nilai harga tersebut berlebih Costcontrol akan melakukan verifikasi dari external. sehingga dapat ditentukan harga terbaik dari suatu barang dan tentunya sesuai standard Purchase yang telah ditentukan perusahaan. setelah mendapat harga update dari suatu material kemudian Cost control memasukan harga tersebut kedalam master receipe cost (sudah di approved oleh pimpinan perusahaan), mengapa harus sudah memiliki master receipe cost, karena setiap perusahaan sudah menetukan nilai-nilai atau persentase atas masing-masing productnya atau kategori produknya.
Berikut ini adalah contoh dari Master Receipe Costing, dimana di butuhkan komponen-komponen pendukungnya seperti :
  1. Item Product/Barang 
  2. Harga Product/Barang
  3. Identifikasi Product/Barang
  4. Bruto dan Netto
  5. Total Basic Cost
  6. Persentase Lost Factor
  7. Persentase Overhead yang meliputi : Utilities, Labor, Miscellaneous, Material Supply, Sevice Cash dan mungkin bila diperlukan Inclusive Tax.
  8. Standard Persentase Potensial selling price (3Choice)
  9. Sugestion Selling Price
  10. Aproved (persetujuan)
klo semua unsur atau komponen-komponen tersebut sudah ada, maka kita baru bisa menghasikan output Selling Price atau biasa disebut Harga Jual Product.
Berikut infopintar.com berikan contohnya :
Identifikasi :

Receipe System :


Receipe Costing dan Approved :



Mungkin setelah melihat gambar tersebut sudah bisa kita analisa bahwa untuk menentukan harga jual product, tidak bisa kita lakukan dengan perkiraan saja atau dengan perhitungan biasa saja. karena tentunya kita berespektasi atau berkeinginan tinggi bisa menjual banyak product yang kita jual, sehingga akan mendapatkan profit yang besar dan memajukan atau mensejahterakan seluruh element perusahaan. karena hal terpenting lain selain dari Receipe Costing, kita harus mempertimbangkan faktor external yaitu kompetitor atau pesaing usaha dengan product yang sama, serta faktor Trend di masyarakat yang selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan. sehingga kita akan lebih bijak dalam memproyeksikan strategi pasar atau marketing, kapan bisa ditentukan atau dilakukan promo, dan berapa nilai maximal diskon yang bisa diberikan kepada customers atau pelanggan. karena masyarakat saat ini sangat tertarik yang namanya harga murah, diskon, dan free (gratisan).

Mungkin infopintar.com terlalu cepat melebar dari pembahasan, tapi tujuannya adalah infopintar.com mau menyampaikan benang merah atas apa yang kita lakukan dan kita tentukan (dari awal hingga akhir).

Berikut ini infopintar.com berikan referensi tambahannya sebagai berikut :

HARGA DAN PENETAPAN HARGA
Harga mengandung pengertian, suatu nilai tukar dari produk barang atau pun jasa yang umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (Rupiah, Dollar, Yen dll)
Dalam dunia bisnis harga mempunyai banyak nama, sebagai contoh dalam dunia perdagangan produk disebut harga, dalam dunia perbankan disebut bunga, atau dalam bisnis jasa akuntansi, konsultan disebut fee, biaya transportasi taxi, telepon disebut tariff sedangkan dalam dunia asuransi disebut premi.
Menurut Kotler (2001:439) Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai tukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut.
Monroe (1990) menyatakan bahwa harga merupakan pengorbanan ekonomis yang dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa. Selain itu harga adalah salah satu faktor penting bagi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi atau tidak.
Berdasarkan definisi harga diatas maka dapat disimpulkan harga adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk atau jasa yang dibelinya guna memenuhi kebutuhan maupun keinginannya dan umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (Rupiah, Dollar, Yen dll).
Sedangkan penetapan harga adalah suatu proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima oleh perusahan dari produk atau jasa yang di hasilkan.
Penetapan harga telah memiliki fungsi yang sangat luas di dalam program pemasaran. Menetapkan harga berarti bagaimana mempertautkan produk kita dengan aspirasi sasaran pasar, yang berarti pula harus mempelajari kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen.
Dalam penetapan harga, produsen harus memahami secara mendalam besaran sensitifitas konsumen terhadap harga. Menurut Roberto pada buku Applied Marketing Research, bahwa dari hasil penelitian menyebutkan isu utama yang berkaitan dengan sensitifitas harga yaitu; elasitas harga dan ekspektasi harga.
Sedangkan pengertian dari elasitas harga adalah:
  • Konsumen cenderung memberikan respon yang lebih besar atas setiap rencana kenaikan dibandingkan dengan kenyataan pada saat harga tersebut naik.
  • Konsumen akan lebih sensitive terhadap penurunan harga dibandingkan dengan kenaikan harga.
  • Elastisitas konsumen akan berkurang ketika melakukan shopping dengan teman atau dipengaruhi oleh sales person.
Dengan kata lain harga dan penetapan harga adalah suatu proses yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan nilai suatu produk atau jasa dengan mengkalkulasikan terlebih dahulu segala macam biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh keuntungan serta mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga.
TUJUAN PENETAPAN HARGA
Dalam teori ekonomi klasik, setiap perusahaan selalu berorientasi pada seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh dari suatu produk atau jasa yang dimilikinya, sehingga tujuan penetapan harganya hanya berdasarkan pada tingkat keuntungan dan perolehan yang akan diterimanya. Namun di dalam perkembangannya, tujuan penetapan harga bukan hanya berdasarkan tingkat keuntungan dan perolehannya saja melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.
Berikut adalah tujuan penetapan harga yang bersifat ekonomis dan non ekonomis;
1.      Memaksimalkan Laba
Penetapan harga ini biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh. Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntungan yang diraih dapat maksimum.
2.      Meraih Pangsa Pasar
Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin. Dengan harga turun, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga datang dari market share pesaing atau kompetitor, sehingga ketika pangsa pasar tersebut diperoleh maka harga akan disesuaikan dengan tingkat laba yang diinginkan
3.      Return On Investment (ROI) / Pengembalian Modal Usaha
Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi. ROI yang tinggi dapat dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan.
4.      Mempertahankan Pangsa Pasar
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya penetapan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada
5.      Tujuan Stabilisasi Harga
Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan stabilisasi harga dalam industri-industri tertentu (misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader)
6.      Menjaga Kelangsungan Hidup Perusahaan
Perusahaan yang baik menetapkan harga dengan memperhitungkan segala kemungkinan agar tetap memiliki dana yang cukup untuk tetap menjalankan aktifitas usaha bisnis yang dijalani.
Tujuan-tujuan dalam penetapan harga ini mengindikasikan bahwa pentingnya perusahaan untuk memilih, menetapkan dan
membuat perencanaan mengenai nilai produk atau jasa dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan atas produk atau jasa tersebut.
METODE PENETAPAN HARGA
Setelah perusahaan menentukan dan menetapkan tujuan yang akan dicapai, maka langkah atau tahapan selanjutnya adalah menentukan metode penetapan harga. Secara umum metode penetapan harga terdiri dari 3 macam pendekatan, yakni ;
1.      Penetapan harga berdasarkan biaya
a)      Penetapan Harga Biaya Plus
Didalam metode ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang dikehendaki pada unit tersebut ( margin )
Rumus ; Biaya Total + Margin = Harga Jual
b)     Penetapan Harga Mark-Up
Untuk metode Mark-up ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung harga pokok pembelian per unit ditambah ( mark-up ) jumlah tertentu
Rumus ;  Harga Beli + Mark-Up = Harga Jual
c)      Penetapan Harga BEP ( Break Even Point )
Metode pentapan harga berdasarkan keseimbangan antara jumlah total biaya keseluruhan dengan jumlah total penerimaan keseluruhan.
Rumus ; BEP => Total Biaya = Total Penerimaan
2.      Penetapan Harga berdasarkan Harga Pesaing/Kompetitor
Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga kompetitor sebagai referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang standar dengan kondisi pasar oligopoli. Untuk menarik dan meraih para konsumen dan para pelanggan, perusahaan biasanya menggunakan strategi harga. Penerapan strategi harga jual juga bisa digunakan untuk mensiasati para pesaingnya, misalkan dengan cara menetapkan harga di bawah harga pasar dengan maksud untuk meraih pangsa pasar.
3.      Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan
Proses penetapan harga yang didasari persepsi konsumen terhadap value/nilai yang diterima (price value), sensitivitas harga dan perceived quality. Untuk mengetahui value dari harga terhadap kualitas, maka analisa Price Sensitivity Meter (PSM) merupakan salah satu bentuk yang dapat digunakan. Pada analisa ini konsumen diminta untuk memberikan pernyataan dimana konsumen merasa harga murah, terlalu murah, terasa mahal dan terlalu mahal dan dikaitkan dengan kualitas yang diterima.
STRATEGI PENETAPAN HARGA
Strategi penetapan harga adalah tahapan dimana perusahaan mengklasifikasikan dan menggolongkan produk atau jasa yang dihasilkannya merupakan ‘produk baru’ yang belum memiliki konsumen loyal/tetap atau ‘produk yang telah beredar’ yang telah memiliki pangsa pasar tersendiri.
Strategi penetapan harga ini juga berhubungan dengan siklus kehidupan produk (Product Life Cycle) dimana suatu produk memiliki empat tahapan utama yakni, Perkenalan, Pertumbuhan, Kematangan dan Penurunan.
Secara khusus strategi penetapan harga ini terdiri dari ;
Produk Baru
Dalam menetapkan strategi penetapan harga yang efektif untuk produk baru atau tahap perkenalan ini terdapat 2 (dua) alternatif strategi penetapan harga, yaitu
1.      Harga Mengapung (Skimming Price)
Memberikan harga tinggi untuk menutup biaya dan menghasilkan labamaksimum (perusahaan dapat meyakinkan konsumen bahwa produknya berbeda dengan produk sejenis yang lain.)
Pendekatan skimming sangat efektif jika terdapat diferensiasi harga pada segmen tertentu dan pesaing relatif sedikit. Skimming juga dapat dimanfaatkan untuk membatasi permintaan sampai perusahaan merasa siap untuk melakukan produksi masal. Apalagi skimming dapat meningkatkan nilai produk menjadi sangat prestisius.
2.      Harga Penetrasi        
Memberikan harga rendah untuk menciptakan pangsa pasar dan permintaan, strategi ini dapat diterapankan pada situasi pasar tidak terfragmentasi ke dalam segmen yang berbeda, serta produk tersebut tidak mempunyai nilai simbolis yang tinggi. Pendekatan ini juga efektif terhadap sasaran pasar yang sensitif harga.
Produk Yang Telah Beredar
Strategi penetapan harga untuk produk yang telah beredar ini tentunya tidak terlepas dari posisi produk atau jasa tersebut dari siklus kehidupan produk, dalam hal ini tahapan siklusnya berada pada 3 (tiga) tingkatan berikutnya setelah perkenalan yakni;
1.      Tahap Pertumbuhan
Pada tahap pertumbuhan ini ditandai dengan penjualan meningkat disertai munculnya pesaing. Pada awalnya terjadi pertumbuhan yang cepat, strategi yang diterapkan adalah tetap mempertahankan harga produk/pasar. Ketika pertumbuhan melambat, terapkan strategi harga agresif ; menurunkan harga untuk mendorong penjualan sekaligus menghadapi persaingan yang semakin ketat.
2.      Tahap Kematangan
Pada tahap kematangan, fleksibilitas harga merupakan kunci efektivitas strategi penetapan harga. Pada tahapan ini perusahaan harus benar-benar responsif terhadap situasi pasar, konsumen maupun pesaing. Strategi penetapan harga dapat menggunakan ‘psikologis konsumen’ maupun ‘pemotongan harga’ (diskon), sehingga perusahaan dapat menjaga loyalitas konsumen (pangsa pasar) dan meningkatkan jumlah permintaan dan keuntungan yang diperoleh.
3.      Tahap Penurunan
Tahap penurunan produk atau jasa ditandai dengan menurunnya jumlah permintaan secara terus-menerus, sebagai tahap terakhir daur hidup produk terdapat dua alternatif langkah utama yang dapat dipilih. Pertama, strategi diskonting (pemotongan harga) Kedua, mempertahankan harga tetapi memotong biaya-biaya yang berhubungan dengan produk, terutama pengeluaran untuk promosi.
 Sumber dari  : 
https://ekonomiana.wordpress.com/2013/06/19/penetapan-harga-tujuan-strategi-dan-berbagai-macam-pendekatannya/







Demikian yang bisa infopintar.com berikan, ikuti terus informasi terkini lagi dari infopintar.com dan semoga apa yang infopintar.com sampaikan dapat bermanfaat untuk semuanya.
Terima kasih


Kamis, 12 Januari 2017

Lebih Berharga KTP Kota Tangerang Daripada Kartu BPJS


Pemerintah kota Tangerang memberikan fasilitas jaminan kesehatan gratis buat seluruh warganya, hanya cukup dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk) saja, warga bisa mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma (Gratis) di RSUD (Rumah sakit daerah). Sungguh sangat senang seluruh warganya karena semua lapisan masyarakat Tangerang baik golongan bawah ataupun golongan atas sekalipun semua sama, semua sama mendapatkan layanan gratis.Warga menjadi bangga atas KTP nya, bukan hanya sekedar kartu pengenal, juga bukan sekedar kartu pengisi dompet, tetapi lebih dari itu mungkin bisa diibaratkan memiliki KTP Tangerang sama halnya dengan menyimpan berlian.

Kota Tangerang ?
BHAKTI KARYA ADHI KERTARAHARJA Artinya adalah Semangat pengabdian dalam bentuk karya pembangunan untuk kebesaran negeri dan kemakmuran serta kesejahteraan wilayah.


Kota Tangerang adalah sebuah kota yang terletak di Tatar Pasundan Provinsi Banten, Indonesia. Kota ini terletak tepat di sebelah barat ibu kota negara Indonesia, Jakarta. Kota Tangerang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang di sebelah utara dan barat, Kota Tangerang Selatan di sebelah selatan, serta Daerah Khusus Ibukota Jakarta di sebelah timur. Tangerang merupakan kota terbesar di Provinsi Banten serta ketiga terbesar di kawasan Jabodetabek setelah Jakarta dan Bekasi di provinsi Jawa Barat.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tangerang


Berikut infopintar.com memberikan kutipan nya dari sumber media :http://www.bantenhits.com/metropolitan/42275/pelayanan-kesehatan-gratis-pemkot-tangerang-sempurnakan-jaminan-sosial-nasional


Pemerintah Kota Tangerang‎ memiliki salah satu program unggulan, yakni pelayanan kesehatan gratis untuk seluruh rawat jalan dan rawat inap di kelas III. Syaratnya tidak sulit, masyarakat hanya cukup menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) sebagai bukti warga Kota Tangerang.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Said Endra Wiyanto,‎ program pelayanan kesehatan gratis di Kota Tangerang ini merupakan penyempurnaan dari Program Kartu Multiguna bidang kesehatan yang telah diselenggarakan sejak 2008. Program ini merupakan upaya Pemkot Tangerang dalam bidang peningkatan pelayanan kesehatan yang menunjang ke seluruh masyarakat.

Program ini juga sejalan dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan RI Nomor 125/Menkes/SK/II/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat. SK Tersebut menitikberatkan agar pemerintah daerah berpartisipasi dalam mengakomodir masyarakat miskin yang tidak masuk dalam program Jamksesmas.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang pada tahapan awal kepesertaannya dimulai pada 1 Januari 2014, dibentuk Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) yang mampu menyinkronkan penyelenggaraan berbagai bentuk jaminan seperti PT Askes, Asabri, Jamsostek, Jamkesmas dan lain-lain.

Guna mewujudkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2019, salah satu langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) adalah melakukan integrasi Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Program tersebut dikelola Pemda ke dalam sistem JKN yang dikelola BPJS Kesehatan.

"JKN dilaksanakan sesuai Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan peraturan pelakana lainnya dan itu belum mencakup masyarakat miskin yang saat ini dibiayai daerah," jelas Said.

Program Jamkesmas kata Said, merupakan program kesehatan yang diharapkan dapat menjaga masyarakat agar tetap sehat dan produktif. Program ini juga melindungi pesertanya dari pengeluaran biaya kesehatan yang bisa berdampak kepada keuangan dan mempengaruhi mata rantai kemiskinan. Sasaran Jamkesmas adalah masyarakat miskin dan tidak mampu yang tidak memiliki jaminan kesehatan lainnya.

"Kepesertaan Jamkesmas punya masa berlaku sejak ditetapkannya pengguna karti Jamkesmas oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sampai ditetapkannya pengguna kartu yang baru. Artinya, kartu yang lama akan tidak berlaku," ujarnya.

Dalam Program tersebut (Jamkesmas-red), Said menerangkan bahwa tidak semua masyarakat memiliki jaminan kesehatan. Pasalnya, daftar kuota berasal dari Pemerintah Pusat. Dengan program Jamkesmas yang hanya mengakomodir sebagian masyarakat dengan berbagai syarat dan ketentuan, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menginisiasi program kesehatan untuk masyarakat yang tidak terdaftar dalam Jamkesmas dan Jaminan Kesehatan lain bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Kartu Multiguna adalah sistem jaminan pembiayaan bagi miskin dan rentan di Kota Tangerang. Sistem ini bertujuan memberikan akses pelayanan kesehatan seluruh masyarakat sangat miskin, miskin dan mendekati miskin. Pasien dengan kategori penyakit apapun akan mendapat pelayanan kesehatan dengan syarat memiliki Kartu Multiguna," jelas Said.

Namun lanjut Said, seiring perjalanannya pada tahun 2012, Pemkot Tangerang tak lagi menggunakan Kartu Multigunana dikarenakan berbagai kendala. Misalnya, perbedaan kategori/indikator masyarakat miskin versi BPS dan Bappenas membuat adanya perbedaan sasaran masyarakat miskin yang mengharuskan adanya penerbitan SK baru bagi peserta baru.

"Hampir setiap bulan Wali Kota mengeluarkan SK karena ada masyarakat miskin dengan kategori lain sehingga banyak masalah lain yang muncul dan tidak efisen juga dari sistem anggaran," ucapnya.

Dengan berbagai kendala tersebut, Pemkot Tangerang kemudian menghapus Kartu Multiguna di bidang kesehatan dan menggantinya dengan pelayanan kesehatan gratis untuk seluruh rawat jalan dan rawat inap di kelas III.(ADVERTORIAL)

Jadi patut berbanggalah warga, jakalau memiliki para pemimpin pemimpin yang merealisasikan dengan tindakan nyata kepada warganya, serta merealisasikan dari visi yang dibuatnya. karena sesungguhnya kebaikan akan bisa dirasakan apabila berwujud. mungkin itu yang bisa infopintar.com berikan sedikit analisanya.



Demikian yang bisa infopintar.com berikan, ikuti terus informasi terkini lagi dari infopintar.com dan semoga apa yang infopintar.com sampaikan dapat bermanfaat untuk semuanya.
Terima kasih



Artikel Pilihan