Jumat, 20 Januari 2017

Aplikasi QR Code untuk Asset Management Perusahaan dan Perorangan

Aplikasi QR Code untuk Asset Management Perusahaan atau untuk Perorangan sangat dibutuhkan sebagai media Inventory terkait product atau barang. Selain memudahkan juga sudah didukung oleh berbagai alat komunikasi umum seperti Mobile Device (Handphone, Tablet, dll), dan tentunya semakin bersinergi dengan system perusahaan atau back office system. Aplikasi QR Code untuk Asset Management diciptakan untuk mempermudah bukan mempersulit pekerjaan, karena dengan adanya
Aplikasi QR Code untuk Asset Management semua Asset dapat diketahui, ditelusuri, di record dan yang pasti aman karena bisa dipertanggung jawabkan.

Asset Management dimana dilakukannya proses Recording Asset, Request Order Asset, Claiming Guarantee, Product Knowlage, Auction, Selection, Auditing. Semua proses tersebut dilakukan secara komprehensif dan maksimal, karena pengaruh besarnya akan berdampak terhadap bisa positif dan bahkan mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan, Management Assset yang tidak baik ataupun tidak sesuai dengan kaidah-kaidah atau fungsionarisnya mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan untuk perusahaan, oleh karena itu pada kesempatan ini infopintar.com akan mengajak semuanya terutama kepada InpiHolic yang terus setia mengikuti postingan infopintar.com untuk sama-sama mengkaji dan mendalami mengenai Asset Management. sebelum infopintar.com memaparkan lebih jauh terkait Asset Management, izinkanlah infopintar.com memberikan landasan-landasan Teoritical atau yang menjadi latar belakang dari Asset Management, Berikut penjelasannya. 

Latar Belakang Asset Management: 
Seiring dengan berkembangnya suatu perusahaan maka jumlah aset juga akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Aset adalah barang tidak habis pakai (non consumable) yang dimiliki perusahaan yang memiliki umur lebih dari 12 bulan. Aset membutuhkan manajemen yang baik agar lebih mudah untuk dipantau dan ditelusuri. Kebutuhan informasi mengenai data dan informasi suatu aset sangatlah penting guna untuk memperbaiki kinerja atau efisiensi di dalam suatu perusahaan. Aset adalah sumber daya yang mempunyai manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti atau diperoleh atau dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas akibat transaksi atau kejadian masa lalu.

Landasan Teori Asset Management:
a. Menurut Smith, 1990 Manajemen Resiko didefinisikan sebagai proses identifikasi, pengukuran, dan kontrol keuangan dari sebuah resiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut.
b. Menurut Clough and Sears, 1994 Manajemen risiko didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian.
c. Menurut William, et.al.,1995,p.27 Manajemen risiko juga merupakan suatu aplikasi dari manajemen umum yang mencoba untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menangani sebab dan akibat dari ketidakpastian pada sebuah organisasi.
d. Dorfman, 1998, p. 9 Manajemen risiko dikatakan sebagai suatu proses logis dalam usahanya untuk memahami eksposur terhadap suatu kerugian.  

Metodologi Asset Management:

a. Asset Planning (Perencanaan Aset) meliputi konfirmasi tentang pelayanan yang dibutuhkan oleh user dan memastikan bahwa aset yang diajukan merupakan solusi yang paling efektif untuk memenuhi kebutuhan user.
b. Asset Creation/Acquistion (Pengadaan Aset) merupakan pengadaan atau peningkatan dari aset dimana pembiayaan dapat menjadi alasan yang diharapkan untuk menyediakan keuntungan diluar tahun pembiayaan. Sebuah pendekatan management yang berharga dapat diadopsi untuk menghasilkan solusi yang paling ekonmis dan kreatif.
c. Financial Mangement (Manajemen keuangan) membutuhkan pengetahuan yang berhubungan dengan kepemilikan aset, termasuk pengadaan/skuisisi, operasi, maintenance, rehabilitasi, pemabaruan, depresiasi dan pembuangan dan pengambilan keputusan yang mendukung kefektifan biaya yang dikeluarkan.
d. Asset Operation and Maintenance (Perawatan dan pengoperasian aset) mempunyai fungsi yang berhubungan dengan kerja dan pengendalian aset dari hari ke hari dan biaya yang berhunbungan dengannya yang merupakan komponen penting dalam aset yang dinamis atau berumur pendek.
e. Asset Condition and performance (Kondisi dan kinerja aset) dimana kinerja aset berhubungan dengan pada kemampuan dari aset untuk memenuhi target dari level layanan dan kondisi aset mencerminkan kondisi fisik dari aset. Memonitor kondisi dan kinerja aset adalah hal penting untuk mengetahui aset yang mempunyai kinerja kurang bagus atau yang sudah hampir gagal bekerja.
f. Asset Rehabilitation/Repalcement (Rehabilitasi/Penggantian Aset) adalah upgrade atau penggantian yang cukup signifikan dari sebuah aset atau komponen aset untuk mengembalikan aset kepada kondisi dan kinerja yang dibutuhkan. Manajer aset harus mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi solusi jangka panjang yang optimum melalui proses pengambilan keputusan yang formal.
g. Asset Disposal/Rasionalisation (Pembuangan/Rasionalisasi Aset) adalah pilihan ketika sebuah aset tidak diperlukan lagi, menjadi tidak ekonomis untuk di rawat atau direhabilitasi. Ini menyediakan kesempatan untuk mereview konfigurasi, tipe dan lokasi dari aset dan proses layanan yang dihasilkan yang relevan dengan aktivitas.
h. Asset Management Review (Review Manajemen Aset) melibatkan regulasi internal dan audit independen untuk meyakinkan siklus peningkatan aset manajemen yang kontinyu dan untuk mencapai atau memelihara praktek terbaik bagi perusahaan.


Setelah kita mengatuhi Metodologi, Latar belakang dan Teori atau kajian dari ilmu pengetahuan terkait Asset tersebut, kini infopintar.com akan mengajak ke step selanjutnya yaitu mengenai Job Description dari Asset Management, berikut penjelasannya .

Job Description And Process Asset Management: 

(1). Membuat Identifikasi Asset, Pengkodean melalui scanner barcode, Berdasarkan lokasi, type, serial number atau kode barang,  Pengelompokan jenis-jenis asset, berdasarkan in used, scrap, defected, reject
(2). Membuat Update Hitorycal device, Membuat list keterangan device/perangkat/barang berdasarkan ticket, Melakukan analisa, dan merangkumnya dalam jurnal laporan bulanan.
(3) Menjadi / memiliki Terminal Asset dan Memberikan Hak Apporoved, Keluar atau masuknya device/perangkat/barang, Controling / kontrol , Pengadaan, pembelian device/perangkat/barang, Seleksi dan penaksiran suatu device/perangkat/barang
(4). Tempat Penyimpan Asset, Membuat gudang asset  dan menjaga  serta melakukan perawatan asset, Menyiapkan stock device/perangkat/barang, Membuat laporan stock barang perbulan
(5). Membuat Costing Asset, Laporan cost perbulan untuk settiap asset berdasarkan lokasi / permintaan
(6). Melakukan Aktifitas Inventory Stock Opname secara berkala, Laporan atas hasil data stock opname (7). Bekerja sama dengan Teknisi dan Vendor, Service dan garansi device/perangkat/barang
(8). Uji / Test kelayakan device/perangkat/barang, Membuat form hasil uji/test device/perangat/barang 
(9). Evaluasi atas device/perangkat/barang, Membuat laporan evaluasi atas device/perangkat/barang. Sehingga dapat memberikan masukan/solusi atas device/perangkat/barang yang berkualitas namun low cost, sehingga dapat memiliki STANDARISASI.

Tujuan Asset Management:
a. Menerapkan dan menjalankan manajemen resiko
b. Mengkoordinir dan kontroling segala permasalahan asset perusahaan
c. Mengendalikan fungsi Asset
d. Memberikan laporan secara valid dan real berdasarkan bukti secara fisik dan update.
e. Menjadi terminal/ pintu/ akses keluar atau masuknya device/perangkat/barang.
f. Memberikan input, atas device/perangkat/barang yang berkualitas dan yang tidak berkualitas berdasarkan data asset. Sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan kerugian cost atas asset.
g. Bersinergi dan berkolaborasi dengan system dan tim teknikal


Intruksi Kerja (Work Instruction) Asset Management:

1. Recording Asset
“ Team Asset harus selalu mengupdate historical device/perangkat/barang berdasarkan open ticket yang telah dibuat. Lalu mem folowup atas laporan dari pihak teknikal / IT, dimana harus berisikan data-data masalah, analisa/diagnose dan penyelesaian masalahnya.
2. Request Order Asset
“ Team Asset harus menjadi akses utama dan wajib bagi keluar atau masuknya Asset. Team asset akan menerima Purchase Order dari Team Teknikal/IT, lalu Team Asset harus melakukan kontroling, Evaluasi terhadap PO tsb, lalu mem folowupnya ke bagian Approved, dan menyerahkan PO tersebut ke bagian Purchasing.
Adapun ketika sudah terjadi pembelian Asset, maka asset tersebut harus diterima terlebih dahulu oleh Team Asset, untuk dilakukan identifikasi dan pengkodean asset tsb. Dan melakukan test/uji kelayakan dari asset tersebut. Serta menyimpan surat-surat yang berhubungan dengan garansi asset tersebut.
3. Claiming Guarantee
“Team Asset harus bekerja sama dengan vendor-vendor perusahaan, agar dalam proses claim guaranty tidak mengalami kesulitan dan memakan waktu yang cukup lama serta tidak ada biaya-biaya yang dipungut berdasarkan service level guarantee.
4. Product Knowlage
“ Team Asset harus memiliki pengetahuan serta jaringan yang luas mengenai Asset tersubut, sehingga memiliki pembukuan tentang informasi seputar Asset tsb.
5. Auctions
“ Team Asset harus memiliki data-data yang valid dari asset kepemilikan perusahaan, sehingga dapat memberikan permohonan lelang kepada pemilik perusahaan.
6. Selection
“ Team Asset harus membuat data-data asset dan memisahkannya kedalam golongannya seperti asset yang rusak dan tidak bisa diperbaiki, Asset yang rusak dan dapat diperbaiki, Asset yang masih bisa pakai, Asset titipan / sewaan.
7. Auditing
“Team Asset, harus membuat program dan schedule proses audit atas asset, dengan mengimplementasikan proses stock opname.



Nah sekarang infopintar.com akan memberikan aplikasi QR Code sehingga akan sangat memudahkan untuk kebutuhan Inventory Asset, tapi kita paparkan dulu kegunaan QR code nya dahulu, 


Apa itu QR Code ?
Kode QR adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan dipublikasikan pada tahun 1994 dengan fungsionalitas utama yaitu dapat dengan mudah dibaca oleh pemindai QR merupakan singkatan dari Quick Respon atau respons cepat, yang sesuai dengan tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang.(soon,2008) (sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_QR)

Apa manfaat QR Code ?
Manfaat dari QR Code adalah kita bisa langsung membaca isi yang terkandung dalam code tersebut secara cepat. QR Code ini bisa digunakan untuk Media Inventory, Labeling mungkin juga promosi sebuah perusahaan, menyimpan alamat sebuah situs website atau Blog, atau menyimpan Tulisan, menyimpan nomor HP dan untuk menyimpan SMS dari seseorang. Jika QR Code ini diterapkan pada sebuah situs atau blog, pengunjung bisa langsung melihat blog tersebut melalui HP atau mobile phone.
Sebuah Kode QR (singkatan Kode “Quick Response”) merupakan simbol 2-dimensi digital yang pelanggan Anda dapat memindai dengan ponsel mereka untuk mendapatkan akses ke konten tertentu secara langsung.
Bagaimana Cara Menggunakan QR Codes?
Kode QR membantu Anda berbagi informasi dengan orang-orang ditargetkan tertarik dalam bisnis Anda, secara langsung.
Ini merupakan cara yang bagus untuk berbagi informasii, karena kita tidak perlu meminta orang lain atau pelanggan kita, atau orang yang kita target untuk mengingat atau masukkan alamat web yang panjang atau campur aduk.
Banyak usaha kecil mulai menggunakan Kode QR untuk keperluan: :

a. Memberikan tautan atau link ke halaman tertentu, sebagai contoh untuk gambar yang diatas adalah QR Code ke salah satu halaman yang ada di website Komunitas Pakar Online Indonesia ini.
b. Memberikan penawaran khusus atau diskon
c. Berbagi konten eksklusif yang melengkapi.
d. Berbagi video online yang di unggah ke Youtube (Lihat: mengenal YouTube).
e. Dan banyak lagi…

Nah.....sekarang jadi cerahkan, klo yang masih bingung silahkan diulang lagi bacanya, klo yang sudah mengerti boleh silahkan langsung download saja file aplikasinya
silahkan diklik aja Aplikasi QR Code Offline

Caranya :
a. Download dahulu file aplikasinya
b. Install
c. Untuk memulai, ketik pada Plain Text kode barang, nama barang, jenis, type (semua terkait dengan barang tersebut)
d. Setelah selesai ketik, lalu klik pada menu Encode (proses untuk membuat QR Code)
e. Dan akan tampil QR codenya pada posisi di sebelah kanan
g. Lalu simpan QR code tersebut, pastikan diberi nama/code pada QR code tersebut yah, dan simpan dalam format file JPEG File (jpg).
h. Lakukan cara yang sama pada setiap barang yang akan di buat QR Codenya
i. Cetak dengan menggunakan kertas stiker, karena akan ditempel pada barangnya, klo gak mau repot bisa beli printer Code merek Zebra. tinggal print langsung ok.

Demikian yang bisa infopintar.com sampaikan untuk kesempatan kali ini, tunggu update terkininya dengan ikuti terus seputar beragam informasi yang kaya akan manfaat di www.infopintar.com

Atas segenap perhatiannya, infopintar.com ucapakan banyak terima kasih.

Kamis, 19 Januari 2017

Informasi APBD Provinsi DKI Jakarta 2017

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melayangkan informasi terkait penjelasan umum pembahasan APBD Tahun Anggaran 2017 secara transparansi dan bisa di monitor oleh seluruh lapisan masyarakat yang tentunya melalui media internet. karena informasinya bisa didapat di situs resminya http://www.jakarta.go.id
Sebelum infopintar.com memberikan informasi terkait rancangan APBD 2017, izinkanlah infopintar.com mengajak semuanya untuk lebih mengenal DKI Jakarta, berikut penjelasannya.

Sejarah Jakarta


Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.
Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang. Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.

Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden. Semangat nasionalisme Indonesia di canangkan oleh para mahasiswa di Batavia pada awal abad ke-20.

Sebuah keputusan bersejarah yang dicetuskan pada tahun 1928 yaitu itu Sumpah Pemuda berisi tiga buah butir pernyataan , yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan : Indonesia. Selama masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Batavia diubah lagi menjadi Jakarta. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta dan Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya dikibarkan. Kedaulatan Indonesia secara resmi diakui pada tahun 1949. Pada saat itu juga Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada tahun 1966, Jakarta memperoleh nama resmi Ibukota Republik Indonesia. Hal ini mendorong laju pembangunan gedung-gedung perkantoran pemerintah dan kedutaan negara sahabat. Perkembangan yang cepat memerlukan sebuah rencana induk untuk mengatur pertumbuhan kota Jakarta. Sejak tahun 1966, Jakarta berkembang dengan mantap menjadi sebuah metropolitan modern. Kekayaan budaya berikut pertumbuhannya yang dinamis merupakan sumbangan penting bagi Jakarta menjadi salah satu metropolitan terkemuka pada abad ke-21.

     * Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran.
     * 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan
        sebagai hari jadi kota Jakarta keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956).
     * 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad
        Batavia.
     * 1 April 1905 berubah nama menjadi 'Gemeente Batavia'.
     * 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
     * 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.
     * September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
     * 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre Federal berubah nama menjadi Stad
        Gemeente Batavia.
     * 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj'a Jakarta.
     * 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah swatantra dinamakan Kota Praja
        Djakarta Raya.
     * Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah
        Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
     * 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota
        Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.
     * Tahun1999, melalaui uu no 34 tahun 1999 tentang pemerintah provinsi daerah khusus
        ibukota negara republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi
        pemerintah provinsi dki Jakarta, dengan otoniminya tetap berada ditingkat provinsi dan
        bukan pada wilyah kota, selain itu wiolyah dki Jakarta dibagi menjadi 6 ( 5 wilayah
        kotamadya dan satu kabupaten administrative kepulauan seribu)

Undang-undang Nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700) (sumber : http://www.jakarta.go.id/v2/news/2008/01/Sejarah-Jakarta#.WIDFDrmMTIU)

 PERKAMPUNGAN BETAWI ASLI

Para arkeolog telah menandai bahwa Jakarta sebagai suatu pemukiman telah dimulai sejak tahun 4000 SM, berdasarkan penemuan bekas-bekas pemukiman di mulut sungai Ciliwung. Namun pemukiman permanen diperkirakan dimulai pada zaman Kerajaan Tarumanegara pada kurang lebih tahun 450 M di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa. Tetapi awal mula perkembangan Jakarta yang dianggap penting dimulai pada abad ke-16 ketika Portugis mulai tertarik pada pelabuhan Sunda Kelapa yang sejak abad ke-12 telah menjadi salah satu pusat perdagangan penting di Nusantara, bahkan di Asia.

Karena daya tarik Jakarta, tahun 1522 Portugis masuk ke Jakarta dan membuat perjanjian dengan raja Pajajaran, antara lain mengijinkan Portugis membangun Benteng di Sunda Kelapa. Pada masa inilah kekuatan urbanisme baru mulai diperkenalkan pada Jakarta yang secara parsti merubah urban lanscape dari suatu kota pantai asli dengan kompleks kraton sebagai unsur penting, menjadi kota yang berwajah "Eropa", melalui berbagai proses perebutan kekuasaan dan lain-lain yang disertai dengan pembangunan benteng dan berbagai fasilitas lainnya di atas lokasi yang menjadi cikal bakal kota Jakarta oleh berbagai pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

Proses ini dimulai dengan tidak dapat diterimanya perjanjian tersebut oleh kerajaan Islam Demak yang kemudian menyerang dan menduduki Sunda Kelapa pada tahun 1527 di bawah Fatahillah. Atas kemenangannya ini Fatahillah kemudian menamakan Sunda Kelapa dengan "Jayakarta", yang artinya adalah "kemenangan berjaya". Dan beberapa saat kemudian oleh FatahiIlah Jayakarta dikembangkan di sebelah Barat Sungai Ciliwung sehingga menjadi suatu kota pelabuhan atau kota pantai yang penting. Sementara itu, di sebelah Timur Sungai Ciliwung berkembang pula pemukiman orang-orang Cina yang melakukan aktivitas perdagangan.

Tahun 1617, Belanda mendapat ijin membangun sebuah kantor dagang di atas permukiman Cina. Kesempatan ini juga temyata disalahgunakan untuk membangun benteng yang sangat tidak disukai Jayakarta. Akibatnya Belanda kemudian mendapatkan kesukaran dari Jayakarta yang disokong oleh Banten dan Inggris. Hal ini kemudian menjadi sebab terjadinya permusuhan antara Belanda dengan ketiga kekuatan lainnya tersebut. Walaupun perkembangan Jakarta banyak ditentukan oleh aktivitas orang-orang Belanda dan melahirkan kota yang mirip kota di Belanda, juga tumbuh pemukiman kaum pribumi yang memiliki ciri-ciri tersendiri. Di daerah pantai, merupakan pemukiman nelayan, dan di daerah hinterland (dalam) merupakan pemukiman yang bercirikan desa pertanian/perkebunan. Yang di daerah pantai kebanyakan dihuni orang Jawa, Cina, dan pendatang lainnya; sedangkan yang bagian dalam dihuni oleh orang Sunda, Jawa, dan "Betawi". Pemukiman-pemukiman ini merupakan pemukiman asli yang berbeda dengan pemukiman Belanda.

Pada abad 17-18, Jakarta merupakan kota tempat berimigrasinya orang-orang dari berbagai daerah di Nusantara, seperti dari melayu, Ambon, Bugis, dan Bali. Kedatangan mereka pada umumnya memiliki kaitan dengan kegiatan, perdagangan yang berkembang pesat di Jakarta. Dan mereka membentuk pemukiman menurut latar belakang etnisnya, yang biasanya terdapat di dekat jalur-jalur komunikasi dan pusat-pusat yang dibangun Belanda. Pemukiman-pemukiman ini pun bisa dikategorikan sebagai pemukiman asli karena tumbuh menurut aturan-aturan sendiri dari masing-masing kelompok etnis yang bersangkutan.
Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, UU membedakan peraturan bagi pemukiman warga Eropa (Bebouwde Kom) dari pemukiman kampung (Inlandsche Gementeen). Selama masa ini terdapat "otonomi" bagi kampung-kampung yang termasuk ke dalam Inlandche Gementeen untuk mengatur pembangunannya sendiri di luar aturan pembangunan kota yang diperuntukkan bagi pemukiman Belanda. Hal ini memberikan kesempatan pada kampung berkembang pesat. Segi negatifnya perkembangan tak terkendali dari sejumlah kampung, sehingga terjadi kampung dengan standar hunian yang sangat rendah dengan kepadatan sangat tinggi, yang umumnya terdapat di daerah pusat kota atau dekat jalur-jalur komunikasi atau pusat-pusat kegiatan yang dibangun Belanda.

Ketika Jepang masuk ke Indonesia, kota Batavia diganti namanya menjadi Jakarta. Pada saat ini baik kota Jakarta maupun kampung-kampung didalamnya telah berkembang cepat. Berdasarkan studi-studi yang telah dilakukan, di Jakarta pada saat ini terdapat tiga (3) tipologi kampung yaitu:
  1. Kampung kota: yang terletak dekat pusat-pusat kegiatan kota yang biasanya berkepadatan sangat tinggi.
  2. Kampung pinggiran: berada di daerah pinggiran kota tetapi masih termasuk ke dalam batas wilayah dan kegiatan kota, berkepadatan antara rendah dan sedang tapi kadang-kadang ada yang tinggi.
  3. Kampung pedesaaan: kebanyakan berada di luar batas wilayah dan kegiatan perkotaan, berkepadatan rendah dan kebanyakan bertumpu pada kegiatan pertanian dan perkebunan.
Banyak kampung-kampung yang termasuk kampung kota dan kampung pinggiran berkembang setelah Belanda menguasai Jakarta. Dan hampir semua pemukiman yang terbentuk berdasar pengelompokan etnis. Sedang kampung-kampung pedesaan yang terdapat di daerah dalam kebanyakan sudah. berdiri sejak sebelum Belanda masuk Jakarta (sebagai contoh Condet). Karenanya, sifat Betawi "asli" dari kampung pedesaan lebih kuat dari kampung pada kedua tipologi lainnya. (sumber : http://www.jakarta.go.id/v2/news/2014/03/perkampungan-betawi-asli#.WIDEsbmMTIU)

Setelah kita membaca sedikit akan sejarah tersebut, setidaknya kita bisa mengenal lebih tentang Jakarta, namun infopintar.com tidak hanya sampai disini menjelaskan prihal Jakarta, karena sekarang infopintar.com akan mengajak semua untuk mengenal BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dimana data ini didapat dari sumber resmi di http://www.jakarta.go.id/v2/bumd/index/
dimana dijabarkan perusahaan yang termasuk data BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta antara lain :

NO BUMD BIDANG
1 PT. RATAX ARMADA BIDANG JASA / UTILITAS
2 PT ASURANSI BANGUNAN ASKRIDA  BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
3 PT Bank DKI BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
4 BUMI GRAFIKA JAYA BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
5 RHEEM INDONESIA BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
6 PERUSAHAAN DAERAH DHARMA JAYA BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
7 PT. JAYA NUR SUKSES sudah di divestasi dengan No: RSUP-LB taggal 17 Desember 2010 BIDANG PORPERTi
8 Badan Pengelola Taman Hiburan Rakyat Lokasari Provinsi DKI Jakarta BIDANG PORPERTi
9 PD Pembanguan Sarana Jaya BIDANG PORPERTi
10 PT. Pembangunan Jaya BIDANG PORPERTi
11 PT. Jakarta Propertindo BIDANG PORPERTi
12 PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) BIDANG PORPERTi
13 PT (Pesero) Jakarta Industrial Estate Pulogadung BIDANG PORPERTi
14 PT.Bumi Grafika Jaya sudah divestasi degan no: RSUP-LB tanggal 17 Desember 2010 BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
15 PT. Rheem Indonesia sudah di divestasu dengan no: RUPS-LB tanggal 17 Desember 2010 BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
16 Perusahaa Daerah Dharma Jaya BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
17 Perusahaan Daerah Pasar Jaya BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
18 PT. Determinan Indah SUDAH DIVESTASI DENGAN NO : RIPS-LB TANGGAL 17 DESEMBER 2010 BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
19 PT.Alakasa Industrindo BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
20 PT.Delta Djakarta tbk BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
21 PT.Cemai Toka BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
22 PT.Food Station Tjipinang Jaya BIDANG PERDAGANGAN DAN PENINDUSTRIAN
23 PT.Jakarta Internasional Expo BIDANG PARIWISATA
24 PT.Grahasari Suryajaya BIDANG PARIWISATA
25 PT.Pakuan Internasional BIDANG PARIWISATA
26 PT.Pembangunan Jaya Ancol (tbk) BIDANG PARIWISATA
27 PT.JAKARTA TOURISINDO BIDANG PARIWISATA
 (Sumber : http://www.jakarta.go.id/v2/bumd/index/)

Dari semua BUMD itu mungkin hanya satu BUMD yang timbul pro kontra dimasyarakat yaitu PT.Delta Djakarta tbk. dimana diketahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Punya Saham DI Perusahaan Bir Sejak 1970.Pabrik Anker Bir ini sudah ada dari zaman penjajahan Belanda. Didirikan pada 1932 dengan nama Archipel Brouwerij. Dalam perkembangannya, kepemilikan dari pabrik ini telah mengalami beberapa kali perubahan sehingga berbentuk PT Delta Djakarta pada 1970. Pemprov DKI dapat kepemilikan saham. Delta Djakarta didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1/1967 yang telah diubah dengan UU No. 11/1970 berdasarkan akta No.35 tertanggal 15 Juni 1970 dari Abdul Latief, SH, notaris publik di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No.J.A.5/75/9 tertanggal 26 April 1971. Perusahaan dan pabrik Delta Djakarta berlokasi di Jalan Inspeksi Tarum Barat, Bekasi Timur, Jawa Barat. Aneka produk bir pilsener dan bir hitam dihasilkan di sini, antara lain dengan merek Anker, Carlsberg, San Miguel, San Mig Light, dan Kuda Putih.
Selain minuman beralkohol, perseroan juga memproduksi dan menjual produk minuman non-alkohol dengan merek Sodaku. Penjualannya juga sudah merambah ke luar negeri. Menurut kutipan dari detik finance (https://finance.detik.com/bursa-valas/2883542/pemprov-dki-punya-saham-di-perusahaan-bir-sejak-1970?f991104topnews=)


Pengertian APBD ?

APBD adalah rencana keuangan tahunan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD, dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Permendagri No.13 Tahun 2006). Dengan demikian APBD merupakan alat/wadah untuk menampung berbagai kepentingan publik yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan dan program dimana pada saat tertentu manfaatnya benar-benar akan dirasakan oleh masyarakat.

Menurut Menteri Negara Otonomi Daerah RI dan PAU-SE UGM, APBD pada hakikatnya merupakan instrumen kebijakan yang dipakai sebagai alat untuk meningkatkan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Oleh kerena itu, DPRD dan pemerintah daerah harus selalu berupaya secara nyata dan terstruktur untuk menghasilkan suatu APBD yang dapat mencerminkan kebutuhan riil masyarakat atas dasar potensi masing-masing daerah serta dapat memenuhi tuntuta n terciptanya anggaran daerah yang berorientasikan kepentingan dan akuntabilitas publik. Suatu anggaran yang telah direncanakan dengan baik, sehingga baik tujuan maupun sasaran akan dapat tercapai secara berdayagunan dan berhasil guna.

Sementara itu Mardiasmo (2002:11) mengatakan, bahwa salah satu aspek penting dari pemerintah daerah yang harus diatur secara hati-hati adalah masalah pengelolaan keuangan dan anggaran daerah. Anggaran daerah yang tercermin dalam APBD merupakan instrumen kebijakan utama bagi pemerintah daerah, menduduki porsi sentral dalam upaya pengembangan kapabilitas dan efektivitas pemerintah daerah. Anggaran daerah seharusnya digunakan sebagai alat untuk menentukan besarnya pendapatan dan belanja, alat bantu pengambilan putusan dan perencanaan pembangunan serta alat otoritas pengeluaran di masa yang akan datang dan ukuran standar untuk mengevaluasi kinerja serta alat koordinasi bagi smeua aktivitas pada berbagai unit kerja.
Jenis-jenis APBD
Pasal 79 Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 jo pasal 3 dan 4 Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 jo Pasal 157 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 menyatakan, bahwa sumber pendapatan/penerimaan daerah terdiri atas:
Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.
Dana Perimabangan, yang terdiri dari dana bagi hasil pajak, dana bagi hasilb bukan pajak, dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK).
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.
Selanjutnya sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dikatakan, bahwa pendapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih.  Penerimaan daerah adalah uang yang masuk ke daerah dalam periode tahun anggaran tertentu. Lebih lanjut dikatakan, bahwa jumlah pendapatan yang dianggarkan dalam APBD merupakan perkiraan yang terukur secara rasional dan dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 Pasal 21 menyatakan, bahwa anggaran pengeluaran dalam APBD tidak boleh melebihi anggaran penerimaan. Didalam penjelasan pasalnya, bahwa daerah tidak boleh melebihi anggaran penerimaan. Didalan penjelasan pasalnya, bahwa daerah tidak boleh mengganggarkan pengeluaran tanpa kepastian terlebih dahulu mengenai ketersedian sumber pembiayaannya dan mendorong daerah untuk meningkatkan efisiensi pengeluarannya. Sejalan dengan itu Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah menyatakan, bahwa jumlah belanja yang dianggarkan dalam APBD merupakan batas tertinggi untuk setiap jenis belanja.
Fungsi APBD
Peraturan menteri dalam Negeri No: 13 Tahun 2006 menyebutkan bahwa APBD memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
Fungsi otorisasi. Anggaran daerah menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja daerah pada tahun bersangkutan
Fungsi perencanaan. Anggaran daerah menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
Fungsi pengawasan. Anggaran daerah menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Fungsi alokasi. Anggaran daerah harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja atau mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efesiensi efektifitas perekonomian.
Fungsi distribusi. Anggaran daerah harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
Fungsi stabilitasi. Anggaran daerah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian daerah. (Sumber : http://www.kajianpustaka.com/2015/02/pengertian-dan-fungsi-apbd.html)



D. Penetapan APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 


1. Ringkasan APBD
Total APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2017 yang telah ditetapkan melalui Pera-turan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 dan Peraturan Gubernur Nomor 407 Tahun 2016 tentang Penjab-aran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017, sebesar Rp.70,19 Triliun, dengan rincian sebagai berikut :
Pendapatan Daerah sebesar 62,46 Triliun, terdiri dari :
1) Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.41,48 Triliun, meliputi :

Pajak Daerah sebesar Rp.35,23 Triliun
Retribusi Daerah sebesar Rp.677,88 Miliar
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp.453,33 Miliar 
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah sebesar Rp.5,12 Triliun 

2) Dana Perimbangan sebesar Rp.18,77 Triliun, meliputi :

 Dana Bagi Hasil sebesar Rp.15,62 Triliun
 Dana Alokasi Khusus Non Fisik sebesar Rp.3,14 Triliun

3) Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp.2,20 Triliun, yang seluruhnya be-rasal dari Pendapatan hibah;
b) Belanja Daerah sebesar Rp.63,61 Triliun, terdiri dari :
1) Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.28,05 Triliun, meliputi :
Belanja Pegawai sebesar Rp.20,14 Triliun
Belanja Bunga sebesar Rp.49,22 Miliar
Belanja Subsidi sebesar Rp.3,23 Triliun      
Belanja Hibah sebesar Rp.1,45 Triliun        
Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp.2,49 Triliun
Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp.348,80 Miliar      
Belanja Tidak Terduga sebesar Rp.325,48 Miliar      

2) Belanja Langsung sebesar Rp.35,55 Triliun, meliputi :
Belanja Pegawai sebesar Rp.3,06 Triliun      
Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp.16,60 Triliun      
Belanja Modal sebesar Rp.15,88 Triliun       
 c) Pembiayaan Daerah sebesar Rp.1,14 Triliun, terdiri dari :
1) Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp.7,72 Triliun, meliputi :

SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) sebesar Rp.5,70 Triliun
Pinjaman Daerah : MRT sebesar Rp.2,02 Triliun
 2) Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp.6,57 Triliun, meliputi :

Penyertaan Modal Daerah sebesar Rp.6,56 Triliun
Pembayaran Utang Pokok sebesar Rp.17,19 Miliar
 2. Komposisi Belanja Paling Besar
     Komposisi alokasi belanja dan pembiayaan pada APBD Tahun Anggaran 2017 paling besar adalah: 


Anggaran Pendidikan sebesar Rp.17,49 Triliun atau 27,51 persen dari total Belanja APBD (meliputi BL dan BTL)
Anggaran Penanggulangan Kemacetan Lalu Lintas sebesar Rp.12,73 Triliun atau 18,15 persen dari total APBD (meliputi BL, BTL dan Pembiayaan)
Anggaran Kesehatan sebesar Rp.8,27 Triliun atau 13,00 persen dari total belanja APBD (meliputi BL dan BTL)
Anggaran Rusun dan Fasilitas Pendukung sebesar Rp.4,66 Triliun atau 7,33 persen dari total belanja APBD (BL)
Anggaran Penanggulangan Banjir sebesar Rp.3,12 Triliun atau sebesar 4,91 persen dari total Belanja APBD (BL)
Anggaran Penanganan Kebersihan dan Sampah sebesar Rp.2,98 Triliun atau 4,69 per-sen dari total Belanja APBD (BL) 
(Sumber : http://www.jakarta.go.id/v2/news/category/apbd-2017)
Link Untuk Download File Informasi APBD 2017 : http://www.jakarta.go.id/v2/news/2017/01/informasi-apbd-2017#.WIDWprmMTIU


Demikian yang bisa infopintar.com sampaikan untuk kesempatan kali ini, tunggu update terkininya dengan ikuti terus seputar beragam informasi yang kaya akan manfaat di www.infopintar.com

Atas segenap perhatiannya, infopintar.com ucapakan banyak terima kasih.

Rabu, 18 Januari 2017

Cara Menghitung Nilai Pertumbuhan Sales Penjualan

Mencari nilai pertumbuhan sales suatu perusahaan sangat mudah, dan ini adalah ilmu yang wajib dimiliki oleh seorang Sales Marketing, dimana performance kinerjanya dapat terlihat jelas berdasarkan angka sistematik.
tentunya dengan adanya master atau format system khusus menghitung angka pertumbuhan dan persentase pencapaian target sales akan jauh lebih memudahkan perusahaan ataupun pihak Sales Marketingnya. Tentunya diharapkan dengan adanya system ini dapat secara bersama-sama melakukan tindakan cepat untuk evaluasi dan implementasi sehingga pencapaian atas target sales penjualan bisa dimaksimalkan.

Sebelum infopintar.com memaparkan secara rinci proses perhitungan dari persentase sales dan pertumbuhan sales, izinkanlah infopintar.com memberikan informasi seputar pengetahuan Sales Marketing.
berikut penjelasannya.

SALES adalah ?
Huruf S berarti = Search ( Mencari Prospek atau Peluang Customers)
Huruf A berarti = Attracting ( Menarik Minat Prospek atau Peluang Customers Terhadap barang/Jasa yang ditawarkan.
Huruf L berarti = Listening ( Mendengarkan komentar terhadap barang/jasa yang ditawarkan, dan selain itu bersifat Learning terhadap minat dari kebutuhan customers)
Huruf E berarti =Emerging ( Menciptakan, Menumbuhan dan membesarkan motivasi customers untuk tertarik, mencoba dan jadi membeli.
Huruf S berarti =Selling and service ( Menjual produk barang/jasa serta memberikan pelayanan terbaik terhadap customers baik sebelum dan sesudah terjadi transaksi sales, sehingga rasa kepercayaan dan kepuasan customers akan tumbuh dan mengakibatkan dampak positif dikemudian hari).

Jadi Sales adalah : Seseorang yang menawarkan produk barang/jasa yang langsung menjadi ujung tombak atau pencitraaan terhadap perusahaan, dimana selain berorientasi terhadap pencapaian target juga membawa nama baik perusahaan di hadapan customers atau calon customers. Seorang sales yang baik harus sudah dibekali ilmu pengetahuan dan Skill tertentu oleh perusahaan, sehingga maksud dan tujuan perusahaan dapat tercapai.


MARKETING adalah ?
Seseorang atau pihak yang membuka peluang pasar dan memiliki perencanaan, pelaksanan yang matang terhadap kebijakan-kebijakan yang bersifat menaikan espektasi pasar.
Pada umumnya strategi marketing bersifat Promosi, Testimonial, Advertising, Pencitraan, serta membuaka relasi yang luas.

Dari pengertian atas Sales dan Marketing tersebut, kita dapat menganalisa dan mengerti bahwa Sales dan Marketing memiliki peranan atau fungsi yang berbeda namun sama tujuannya. Sehinga Sales Marketing merupakan kewenangan terhapan pencapaian target penjualan baik janga pendek ataupun jaangka panjang.

TARGET SALES adalah ?
Nilai yang bisa bersifat Nominal rupiah (Mata uang) atau juga bersifat persentase yang ditetapkan oleh perusahaan, yang telah di kaji dan dilakukan perhitungan secara sistematik, berdasarkan Profit and lost data. sehingga sudah memenuhi beban atau cost biaya, serta profit yang diinginkan perusahaan.

PERTUMBUAHAN PENJUALAN Adalah ?

Pertumbuhan penjualan mencerminkan keberhasilan investasi periode masa lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan masa yang akan datang. (Barton et al.1989). Pertumbuhan penjualan merupakan indikator permintaan dan daya saing perusahaan dalam suatu industri. Laju pertumbuhan suatu perusahaan akan mempengaruhi kemampuan mempertahankan keuntungan dalam menandai kesempatan-kesempatan pada masa yang akan datang. Pertumbuhan penjualan tinggi,maka akan mencerminkan pendapatan  meningkat sehingga pembayaran deviden cenderung meningkat.
        Pertumbuhan perusahaan dalam manajemen keuangan diukur berdasar perubahan penjualan, bahkan secara keuangan dapat dihitung berapa pertumbuhan yang seharusnya (sustainable growth rate) dengan melihat keselarasan keputusan investasi dan pembiayaan (Devic, 2003). Pertumbuhan perusahaan akan menimbulkan konsekuensi pada peningkatan investasi atas aktiva perusahaan dan akhirnya membutuhkan penyediaan dana untuk membeli aktiva.
      Secara keuangan tingkat pertumbuhan dapat ditentukan dengan mendasarkan pada kemampuan keuangan perusahaan. Tingkat pertumbuhan yang ditentukan dengan hanya melihat kemampuan keuangan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tingkat pertumbuhan atas kekuatan sendiri dan tingkat pertumbuhan berkesinambungan. Tingkat pertumbuhan atas kekuatan sendiri merupakan tingkat pertumbuhan maksimum yang dapat dicapai perusahaan tanpa membutuhkan dana eksternal atau tingkatpertumbuhan yang hanya dipicu oleh tambahan atas laba ditahan.tingkat pertumbuhan berkesinambungan adahlah tingkat pertumbuhan maksimum yang dapat dicapai perusahaan tanpa melakukan pembiayaan modal tetapi dengan memelihara perbandingan antara hutang dengan modal.
      Swastha dan Handoko (2001), “Pertumbuhan atas penjualan merupakan indikator penting dari penerimaan pasar dari produk dan atau jasa perusahaan tersebut,dimana pendapatan yang dihasilkan dari penjualan akan dapat digunakan untuk mengukur  tingkat pertumbuhan penjualan”. Berkaitan dengan pertumbuhan penjualan, perusahaan harus mempunyai strategi yang tepat agar dapat memenangkan pasar dengan menarik konsumen agar selalu memilih produknya.untuk itu faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan harus benar-benar diperhatikan.dengan mengetahui faktor-faktor tersebut perusahaan akan dapat menetapkan kebijaksanaan untuk mengantisipasi kondisi tersebut sehingga perusahaan dapat menjual produk dalam jumlah besar dan volume penjualan akan meningkat pula. Dengan meningkatnya laba perusahaan,maka keuntungan yang diperoleh para investor akan meningkat.
                Menurut Huston dan Brigham (2006:39) berpendapat bahwa perusahaan dengan penjualan yang relatif stabil dapat lebih aman memperoleh lebih banyak pinjaman dan menangung beban tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan dengan penjualannya yang tidak stabil. Home dan Machowicz (2005) mengemukakan teori bahwa tingkat pertumbuhan penjualan adalah hasil perbandingan antara selisih penjualan tahun berjalan dan penjualan di tahun sebelumnya dengan penjualan di tahun sebelumnya. (Sumber :http://asisiverry.blogspot.co.id/2013/09/landasan-teori-tingkat-pertumbuhan.html)

Setelah kita mengerti dari fungsi dan tujuan atau peranan terkait Sales Merketing, Target Pejualan, Perumbuhan Penjualan, kini infopintar.com akan berikan solusi kemudahan kepada semuanya terutama InpiHolic yang terus setia mengikuti update terkini dari infopintar.com
Sebelum kita mulai, hal yang kita persiapkan adalah Sumber data yang benar (bisa dipertanggung jawabkan) seperti : Data sales penjualan bedasarkan bulan, selama periode 1 tahun atau 12 bulan, serta Data sales penjualan bedasarkan tahun kalau bisa selama periode 10 tahun.

setelah didapat sumber data diatas, silahkan buka di Microsoft Excel 2007 dan ikuti petunjuk di bawah ini :
  1. Ketik pada kolom A, baris 1: MENGHITUNG ANGKA PENCAPAIAN SALES PENJUALAN DAN PERSENTASE PERTUMBUHAN SALES
  2. Ketik pada kolom A, baris 2 : Target Sales (lalu di blok pada kolom A dan B, karena akan kita klik merge and center) setelah itu, ketik pada kolom C,  baris ke 2 : Nilai targetnya (setting number)
  3. Ketik pada kolom A, Baris ke 3 : Nama bulan, kemudian pada Kolom B, baris ke 3 : Angka (bulan), lalu pada Kolom C baris 3 :Nilai Sales penjualannya
  4. Ketik pada Kolom A, Baris ke 4 sampai 15 : Isi nama bulannya, kemudian Kolom B baris ke 4 sampai 15 isi angka bulannya, lalu Kolom C baris ke 4 sampai 15, nilai penjualannya.
  5. Ketik pada kolom D, Baris ke 2,  sales monthly/ target sales, kemudian di Kolom E baris ke 2 ketik angka pertumbuhan = (present-past)/past x 100%
  6. Ketik pada Kolom D, baris ke 3 : % Pencapaian target, kemudian pada Kolom E baris ke 3 ketik % tingkat perumbuhan.
  7. Nah sekarang, baru tahap proses perhitungannya dengan menggunakan formulasi rumus excelnya, caranya yang pertama. Ketik Kolom D, baris ke 4 : "=sum(C4/C2)" lalu enter, lalu lanjutkan pada baris ke 5 : =sum(C5/C2) enter, baris ke 6 : =sum(C6/C2)enter, baris ke 7 : =sum(C7/C2)enter, baris ke 8 : =sum(C8/C2)enter, baris ke 9 : =sum(C9/C2)enter, baris ke 10 : =sum(C10/C2)enter, baris ke 11 : =sum(C11/C2)enter, baris ke 12 : =sum(C12/C2)enter, baris ke 13 : =sum(C13/C2)enter, baris ke 14 : =sum(C14/C2)enter, baris ke 15 : =sum(C15/C2)enter. (blok pada Kolom D baris ke 4 sampai 15 dan ganti menjadi bentuk persen (%).
  8. Selanjutnya, pada Kolom E, baris ke 4 : ketik "=sum( C4-angka sales bulan desember tahun sebelumnya)/angka sales bulan desember tahun sebelumnya)"enter, lalu isi pada baris selanjutnya, Kolom E, baris ke 5 : ketik =sum(C5-C4)/C4 enter, lalu Kolom E, baris ke 6 : ketik =sum(C6-C5)/C5 enter, Kolom E, baris ke 7 : ketik =sum(C7-C6)/C6 enter, Kolom E, baris ke 8 : ketik =sum(C8-C7)/C7 enter, Kolom E, baris ke 9 : ketik =sum(C9-C8)/C8 enter, dan iktui seperti itu terus.
  9. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 17 : Average Tingkat pertumbuhan dalam interval waktu yang tetap.
  10. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 19 : Nilai akhir dari sales (Present)
  11. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 20 : Nilai awal dari sales (Past)
  12. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 21 : waktu intervalnya (misal 12) 12 ini berarti 12 bulan
  13. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 28 :  Growth Rate (Rata-rata pertumbuhan)
  14. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 29:  Average Sales (nilai rata-rata penjualan)
  15. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 30: % Average Sales ( persentase nilai rata-rata penjualan)
  16. Isi pada kolom C baris ke 28 ketik : "=ABS(C19/C20)^(1/12)-1 lalu enter ubah ke bentuk persen (%)
  17. Isi pada kolom C baris ke 29 ketik : "=Average(C4:C15) lalu enter
  18. Isi pada kolom C baris ke 30 ketik : "=SUM(C29/C2) lalu enter ubah ke bentuk persen (%)
Membuat Grafiknya
 Grafik Persentase Pertumbuhan Sales Penjualan : 
 Contohnya :
  1. Klik Insert, Line, 2d line
  2. Klik kanan pada kotak grafik kosong tersebut, lalu pilih select data
  3. Ubah pada Chart data rangenya seperti : =Sheet1!$A$4:$A$15,Sheet1!$E$4:$E$15
  4. Klik edit pada series 1, ganti series name nya menjadi : % pertumbuhan
 Grafik Persentase Pencapaian Target Sales : 
 Contohnya :
  1. Klik Insert, Column, 2d Column
  2. Klik kanan pada kotak grafik kosong tersebut, lalu pilih select data
  3. Ubah pada Chart data rangenya seperti : =Sheet1!$A$4:$A$15,Sheet1!$D$4:$D$15
  4. Klik edit pada series 1, ganti series name nya menjadi : % Sales
 Buat yang pingin lihat file excelnya, juga boleh silahkan di klik link ini :
 Aplikasi menghitung nilai pertumbuhan sales penjualan oleh infopintar.com


Demikian yang bisa infopintar.com sampaikan untuk kesempatan kali ini, tunggu update terkininya dengan ikuti terus seputar beragam informasi yang kaya akan manfaat di www.infopintar.com

Atas segenap perhatiannya, infopintar.com ucapakan banyak terima kasih.

Artikel Pilihan