Tampilkan postingan dengan label Network. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Network. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2017

Panduan Persiapan Membuat atau Membangun Ruang Server


Ruang server adalah standarisasi yang harus dimiliki setiap perusahaan. karena umumnya setiap perusahaan yang sudah berkembang sudah memiliki integrasi system, baik system opersional, system accounting, system hrd ataupun system services support. oleh karena itu guna menjaga kelancaran seluruh aktifitas-aktifitas ataupun kegiatan operasional perusahaan tanpa adanya gangguan dan mengedepankan unsur estetika dan keamanan, maka ruang server menjadi prioritas utama bagi setiap perusahaan.
Bahkan pada jaman modern seperti sekarang ini bukan hanya corporate yang menggunakan ruang server, tetapi masyarakat umum sudah mulai membuat dan membangun ruang server di dalam rumahnya, tapi biasanya masyarakat yg tinggi akan kebutuhan jaringan ataupun security,
dalam memiliki server berbeda dengan pandangan harus memilki ruang server, karena sudah banyak vendor vendor yang memberikan layanan ataupun perangkat server yang biasa dikontrak daru harian, bulanan sampai tahunan. selain itu vendor sekarang mulai bersaing dalam memberikan service level aggreement kepada customernya, sehingga para customers yang memakai jasanya dapat sangat percaya terhadap keamanan, support atau dukungan dan fasilitas-fasilitas lain yang menjadi daya tarik. sehingga customer tidak perlu berinvestasi atau mengeluarkan anggaran untuk pengadaan, pembangunan atau renovasi tempat jika hanya untuk membangun server.
Dengan kesempatan ini izinkan infopintar.com memberikan sedikit panduan dalam membuat, membangun atau merancang ruang server dan memiliki standarisasi dalam dunia system informasi. berdasarkan kutipan dari perusahaan ternama di Indonesia yang sudah maju pesat sampai dengan saat ini.

Ada beberapa hal utama yang harus deperhatikan dalam membangun ruang server antara lain :

1. Space ruangan standard minimum(harus memiliki akses keamanan)
2. Memiliki instalasi dan menggunakan standard instalasi kelistrikan, distribusi jaringan, maintenance
3. Memiliki perangkat rak / lemari server (gunakan sesuai kebutuhan saja) karena umumnya dipasaran banyak model dan type dan pastinya ada ukuran dari yang terkecil, tanggung sampai besar bahkan ada juga yang custom.
4. Memiliki sirkulasi udara yang baik, baik itu di lemari server ataupun sirkulasi udara dalam ruangan
5. Memiliki bahan atau material interior yang aman terhadap induksi arus listrik
6. Memiliki kapasitas arus listrik yang besar (cukup sesuai dengan kebutuhan perangkat)
7. Memiliki Panic button (Control utama ketika dalam keadaaan emergency)

Setelah kita mengetahui petunjuk di atas, maka hal pertama yang harus kita pikirkan terlebih dahulu adalah, apakah dan berapa perangkat yang dibutuhkan atau yang dugunakan untuk server tersebut, baru setelah itu kita merancangnya dan dibuat anggaran costingnya, sehingga apa yang kita investasikan cukup dan tidak berlebihan.
adapun hal utama adalah :
1. Tentukan jenis rak atau lemari servernya, karena dengan begitu kita bisa tahu berapa banyak perangkat yang dapat ditampungnya
2. Jika sedikit berarti selanjutnya, kita dihadapkan dengan ruangan server (apakah membutuhkan ruangan khusus server sendiri, atau tanpa ruangan khusus tersebut) tapi ingat jangan karena menghemat cost atau anggaran kita lupa akan unsur Estetika dan Keamanan. klo sudah dipikirkan masak-masak berarti segera ambil keputusan dan langsung dijalankan.
berikut contoh ruang server minimalis atau terbatas seperti dibawah ini

Disini nampak terlihat antara lain :
1, unit rak server, yang berisi komputer server
1 untuk power ampli
2 unit dak stand panel line pabx
1 unit cabinet/lemari
1 unit box panel pabx walmount
1 unit panel listrik
1 unit panel Lan

dari itu semua berarti tinggal di hitung anggaran atau costingnya saja, apabila cukup berarti bisa ikuti yang seperti ini.

Berikut ini infopintar.com akan memberikan informasi bagaimana standard persiapan server yang biasa dilakukan pada perusahaan besar berikut penjelasannya :

Standarisasinya ruang server :
  1.  Ukuran ruang server minimum adalah panjang 2,5m dan lebar 2m.
  2.  Partisi ruangan sampai keatap.
  3.  Ruangan server harus menggunakan perangkat AC. Perangkat AC yang digunakan diasumsikan dapat menjaga suhu disekitar perangkat tersebut dalam keadan stabil pada kisaran 18° – 24° Celcius. Instalasi AC yang disarankan adalah 2 unit x 3/4PK yang bekerja saling bergantian setiap 12 jam diatur oleh timer. AC dipasang diatas pintu masuk bagian kanan dan kiri.
  4.  Ruang server harus dapat dikunci untuk menghindari akses orang yang tidak berkepentingan.
  5.  Pada ruangan server harus tersedia minimal sebuah socket distribusi listrik. Socket distribusi listrik ini tidak boleh menggunakan kabel power extension terbuka dari ruangan lain untuk menjaga stabilitas aliran listrik.
  6.  Daya untuk semua perangkat IT dicatu dari listrik PLN dengan besar tegangan 200-240 V AC dan frekuensi 50/60 Hz. Daya dengan spesifikasi ini harus disediakan selama 24 x 7 (24 jam sehari dan 7 hari seminggu).
  7.  Kabel power perangkat IT yang terhubung ke sumber listrik harus terhubung langsung ke socket distribusi listrik baik yang berada di dinding maupun melalui cable extension dan tidak boleh terhubung ke T-steker.
  8.  Grounding pada socket distribusi listrik yang digunakan untuk menyuplai perangkat IT harus lebih kecil dari 1 Volt.
  9.  Untuk cabang yang berada di daerah yang kondisi listrik PLN-nya sering padam, diharapkan menyediakan catu listrik cadangan seperti genset. Spesifikasi teknis dan pengadaan genset tersebut ditangani oleh divisi GA terkait. Besarnya kapasitas genset harus lebih besar dari kapasitas UPS (min. 1,5 x lebih besar).
  10.  Device server dan network harus dicatu melalui UPS.
  11.  Dalam ruang server disarankan untuk dipasang thermometer digital. Dipasang diatas rack server bagian depan.
  12. Ruangan tersebut harus berada di lokasi yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan terbebas dari debu, banjir dan listrik. 


Panduan Penarikan Kabel dan Pemasangan Accses Point serta Power Injector
a. Penarikan kabel data dan akses point
  1.   Kabel data untuk Access Point di tarik dari titik yang telah ditentukan kearah ruang server dimana peralatan network berupa switch/hub berada.
  2.  Kedua ujung kabel data tersebut di crimping menggunakan RJ-45 standard straight-through dengan kombinasi warna mengikuti standard berikut:
  3.  Merek dan type kabel data yang direkomendasikan adalah BELDEN CAT5e.
  4.  Panjang kabel data dari titik AP ke switch yang ada di ruang server tidak boleh lebih dari 90 meter. Bila lebih dari 90 meter maka penarikan kabel diarahkan ke switch yang terdekat.
  5. Kabel data tidak boleh berdekatan dengan kabel power. Jarak minimum yang diperbolehkan antara kabel data dan kabel power adalah 40cm.
Penarikan kabel data access point untuk kondisi tertentu misal ada dua cabang yang sharing WAN Link

a. Untuk Gedung Terpisah
  1. Untuk gedung dimana router WAN terpasang: Kabel data ditarik dari titik access point ke switch yang diletakkan dekat dengan router WAN.
  2. Untuk gedung yang koneksi WAN-nya menginduk ke gedung pada point A : kabel data ditarik dari titik access point ke switch yang menghubungkan gedung tersebut dengan gedung induk pada point A. (cabang induk adalah cabang yang memiliki router WAN).


b. Untuk Satu Gedung Yang Sharing Space Dengan Cabang Lain


  • Kabel data ditarik dari titik access point ke switch yang terletak pada cabang induk. (cabang induk adalah cabang yang memiliki router WAN).

Pemasangan Access Point :


A.    Keluarkan Acess Point (AP) secara hati-hati dari dalam box.
B.    Pasang braket AP di titik yang telah ditentukan. (lihat gbr 1)
C.    Letak ketinggian AP dari permukaan lantai antara 2 – 2.5 meter.

Pemasangan Power Injector:

  1. Power Injector ditempatkan di ruang server dekat dengan switch / hub cabang.
  2. Siapkan jumlah stop kontak listrik sesuai dengan jumlah power injector.
  3. Koneksikan kabel data yang menghubungkan power injector dengan  switch / hub (lihat gambar 2, point 2)
  4. Koneksikan kabel data dari AP ke unit power injector (lihat gambar 2, point 1).
  5. Selanjutnya koneksikan kabel listrik power injector dengan stopkontak (lihat gambar 2, point 3).
  6. Untuk kasus pada point 2 (dua cabang yang share WAN link), dengan gedung terpisah : Pemasangan power injector pada gedung bukan induk dipasang didekat switch tempat terminasi kabel access point. Selanjutnya ikut petunjuk point 4B, 4C, 4D, 4E.
 


Demikian yang bisa infopintar.com berikan, ikuti terus informasi terkini lagi dari infopintar.com dan semoga apa yang infopintar.com sampaikan dapat bermanfaat untuk semuanya.
Terima kasih

 

Artikel Pilihan