Tampilkan postingan dengan label System Aplikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label System Aplikasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Januari 2017

Menu Engineering Sebagai Dasar Strategi Bisnis Restoran

 

Menu Engineering adalah serangkaian proses dimana menajemen dapat melakukan evaluasi  penyusunan    Harga,  Desain  dan  isi  menu  pada  saat  sekarang  maupun  yang  akan  datang. Dengan begitu product bisa membentuk 4 kategori, seperti Star, PlowHorse, Puzzle dan Dog, dimana didalam proses penentuan strategi sales penjualan suatu product baik di Restoran, Cafe, Bistro, dll dapat di dilakukan dengan mudah dan pastinya bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Pembisnis besar seperti Bob Sadino mengatakan " Bisnis itu Hanya Modal Dengkul, Bahkan Jika Anda Tidak Punya Dengkul, Pinjam Dengkul Orang Lain". Sekilas kalimat tersebut seperti celoteh guyon biasa, tapi makna yang sesungguhnya adalah sangat besar, dimana Bisnis atau usaha harus tetap direalisasikan dan di tunjukann, buka hanya untuk menjadi impian semata. Semua para pelaku Bisnis atau Usaha pastinya menginginkan profit yang setinggi-tingginya dan Cost yang serendah-rendahnya.
Disisi  lain  prinsip  bahwa  penjualan  harus  dapat  memberikan  keuntungan  yang  signifikan  tetap dikedepankan, agar kegiatan usaha dapat berkembang dengan baik Untuk mengatasi  masalah  inilah  diperlukan  langkah-langkah  penting  menyusun  strategi  dan  desain pemasaran dengan memperhatikan setiap perubahan yang terjadi. Metode  Menu  Engineering  yang  diperkenalkan  oleh  Michael  Kasavana  (l999),  yang   disebutnya   sebagai   “unique   method   of   menu   analysis   and   design”   mencoba  
menjawab  permasalahan  pengusaha  tadi.  Metode  ini  banyak  diterapkan  terutama  dalam  “food service operations” di restoran-restoran terkenal  di dunia. Salah  satu  tujuan  prinsip  Menu  Engineering  adalah  bagaimana  memaksimalkan penjualan dan keuntungan sehingga usaha dapat  berkembang  dengan baik. Analisis dapat dilakukan  secara  manual  maupun  computer,  walaupun    sejak  semula  metode  ini  disusun dan  diperkenalkan  untuk  analisis  computer seperti  yang  ditulis  dalam  buku  ‘Computer 
System  For  Food  Service  Operrations  “.  Dalam tulisan  ini  disajikan  cara  analisis  dengan 
metode manual agar dapat dipahami dengan lebih mudah dan sederhana. Secara  konsep  ada  beberapa  hal  yang  harus  dijawab  terlebih  dahulu  sebelum  melakukan menu enginering  yakni: (i) Berapakah harga yang paling menguntungkan bagi sebuah menu; (ii) Apakah biaya potensial bagi menu yang dijual; (iii) Pada level harga dan model  campuran  yang  bagaimana  sebuah  restoran  dapat  meningkatkan  keuntungannya; 
(iv)  Yang  manakah  diantra  bahan  menu  saat  ini  yang      perlu  disusun  kembali  harganya,  diganti  ataupun direposisi; (v) Bagaimana perubahan ini bisa dievaluasi. Walaupun  sepintas  Menu  Engineering  ter
lihat  sangat  kompleks,  namun  ternyata  telah  banyak  dipergunakan  dalam  memperbaiki  efektifitas  managerial,  dalam  pembuatan  harga, isi, desain dan strategi pemasaran. Sebagaimana halnya aktifitas ekonomi yang lain, tekanan  karena  terjadinya  inflasi  menjadi  salah  satu  hambatan  yang  sangat  merisaukan  pengusaha restoran, terutama bagian penyajian. Dalam kondisi demikian bagian penyajian
cenderung melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: (i) mengurangi porsi (ii) membeli bahan  khusus,  (iii)  mengurangi  pemberian  gratis  bahan  makanan,  (iv)  lebih  tertarik  menyajikan  makanan  a  la  carte,  (v)  meningkatkan  harga  menu,  (vi)mengurangi  beaya tenaga kerja, dan (vii) memperketat control operasional. Tindakan tersebut merupakan tindakan yang paling populer dilakukan untuk keluar
dari   persoalan.   Namun   tanpa   disadari   hal   ini   memiliki   potensi   yang   kuat   untuk  mempengaruhi   pelanggan   sehingga   resikonya   adalah   menurunnya   volume   usaha.   Kecendrungan tindakan yang diambil diatas sebenarnya sangat bertolak belakang  dengan yang   disarankan   yakni   meningkatkan   permintaan   dan   menu   yang   mampu   bertahan lama. Untuk sampai   pada   orientasi  infopintar.com memperkenalkan   konsep   Menu   Engineering.

Metodologi Menu Engineering ?
Menu engineering adalah serangkaian proses dimana menajemen dapat melakukan evaluasi  penyusunan    harga,  desain  dan  isi  menu  pada  saat  sekarang  maupun  yang  akan  datang. Dua elemen dasar yang menjadi focus perhatian dalam analisis ini adalah :
a.Menu  Mix (MM)  yakni  suatu  analisis  mengenai  permintaan  pelanggan  atau  analisis  mengenai kesukaan pelanggan pada menu pilihannya.
b.Contribution  Margin (CM)  yakni  suatu  analisis  dari  kontribusi  margin    (keuntungan  kotor) semua bahan menu (analisis menentukan penyusun item harga). Seperti  diketahui  strategi yang  sudah  biasa  dilakukan  dalam  penyusunan  harga  menu  adalah  semata-mata  didasarkan  pada  biaya  dan  mark-up  biaya  tersebut. Hal  ini  diduga akan  bisa  berakibat  kurang  baik  bahkan  menjadi  kendala  dalam  memaksimalkan  keuntungan  dan  pendapatan.  Dalam  melakukan menu  engineering  diperlukan  operator 
penyajian yang betul-betul akrab dengan biaya bahan menu, harga jual, dan jumlah terjual
selama  beberapa  periode.  Karena  dalam  analisis  setiap  bahan  menu  diklasifikasikan dan dievaluasi keberhasilan pemasaran dan penyusunan harganya. 
 
Metode dan Tahapan Analisis
Secara  teknis  selanjutnya  dilakukan  dua  belas  langkah  menu  engineering  sebagai berikut:
1. Melakukan  identifikasi  bahan-bahan  menu  yang  bersaing.  Buatkan  daftar  dari semua bahan menu tersebut.
 
2. Catat jumlah bahan yang terjual (terpakai) 
 
3. Menghitung  proporsi  bahan  menu  campuran.  Setiap  penjualan  dibagi  menurut jumlah total kover yang terjual yang menghasilkan campuran menu MM % = Bahan Menu Terjual /Jumlah Total Terjual 
 
4. Mengkategorikan  presentase  campuran  menu  (MM%).  Kategori  tinggi  atau  rendah   tergantung   dari   nilai   MM%   yang   didapatkan.   Pencapaian   nilai   ditentukan    dengan  penambahan  70%  x1    dibagi  jumlah  menu  yang  bersaing  (1/N). Hasilnya dapat berupa : 
(a) Nilai MM%  = (1/N x 0,70) 
(b) Nilai MM% tingi > (1/N x 0,70) 
(c) Nilai  MM% rendah < (1/N x 0,70) 
 
5. Membuat daftar harga jual menu.
 
6. Menentukan  harga  makanan  standar,  penjumlahan  harga  semua  bahan  yang  dipergunakan.
 
7. Menghitung  kontribusi  margin  bahan  menu.  Kontribusi  margin  untuk  setiap bahan  didapat  dengan  cara  mengurangi  harga  jual  (Langkah  5)  dengan  biaya standar bahan makanan (Langkah 4), 
CM   = Harga Jual – Biaya Standar Makanan  
 
8. Menentukan  Kontribusi  Margin    (CM)  menu.  Jumlah  dari  setiap  bahan  menu CM  (Langkah7),dikalikan    dengan  MM    (Langkah  2)  untuk  menentukan  total  menu CM 
 
9.  Menghitung proporsi bahan kontribusi margin. Setiap  bahan  CM  (Langkah  7)  dibagi  dengan  menu  CM  (Langkah  8)  untuk menghasilkan bahan menu CM% (Persentase Kontribusi Margin). 
CM % = Bahan Menu CM /Total Menu CM 

10. Mengklasifikasikan  bahan  kontribusi  margin.  Klasifikasi  tinggi  atau  rendah  tergantung  apakah  melebihi  nilai  rata-rata  CM.  Nilainya  dihitung  dengan  membagi menu CM (Langkah  8) dengan jumlah keseluruhan bahan yang dijual (Langkah 2). Hasilnya dapat berupa :
(a) Nilai CM  = Menu CM dibagi Jumlah total bahan terjual.
(b) CM %    >  Nilai CM Bahan Menu CM Total Menu CM
(c) CM %  <  Nilai CM  
 
11. Menerapkan klasifikasi bahan menu  kategori MM% (Langkah 4) dan kategori CM  (Langkah  10),  dipergunakan  untuk  menetapkan  kategori  menu  ke  dalam  klas tertentu. Lazim memakai istilah klas Dog (rendah MM%, dan rendah CM), Puzzle (rendah MM%,tinggi CM) ,Plowhorse (tinggi MM%, rendah  CM), atau Star  (tinggi  MM%,tinggi  CM).  Istilah  ini  diambil  dari  istiah  pemasaran  hanya  untuk memudahkan saja. Tahap  12:  Mengajukan  usulan  keputusan  untuk  memelihara,  mereposisi,  mengganti  atau  menyusun  kembali  harga  bahan  menu.  Misalnya  dari  analisis  yang  dilakukan  dapat  dilihat  langkah  apa  yang  pantas  diperbuat  berdasarkan  kategori  yang  ditemukan:    
Star = Dipertahankan
Plow Horse = Susun ulang Harga
Puzzle = Reposisi
Dog = Di ganti

Sebelum melakukan menu engineering, sangatlah sulit untuk menetukan efektifitas dari  masing-masing  menu  dengan  tingkat  penjualan  dan  keuntungan  yang  berbeda  satu  dengan  lainnya  .  Hal  ini  menyulitkan  dalam  mengambil  langkah  lebih  lanjut  berupa  kebijaksanaan   yang   berhubungan   erat   dengan   usaha   peningkatan   penjualan   maupun   keuntungan.Dari hasil analisis berupa pengelompokan menu seperti diatas maka dapat lah diambil beberapa kebijaksanaan sbb: 
 

1.  Menu kategori Star
a.  Mempertahankan  kualitas  makanan  porsi serta  penampilannya  sesuai  standar recipe yang berlaku.
b.  Meneliti  kenaikan  harga  bahan  makanan  yang  disesuaikan  dengan harga jual makanan.
c. Apabila  permintaan  mennjukkan  peningkatan maka haga  jual  dapat dinaikkan secara  berkala,dengan   tetap   memperhatikan restoran pesaing.
2.  Menu kategori Plowhorse
a.  Mempertahankan  kualitas  makanan  serta penampilan  sesuai  dengan  standar recipe yang berlaku.
b. Melakukan penekanan biaya dengan pengawasan dalam pemesanan bahan,pengolahan serta penyajian.
c.  Menaikan harga jual makanan secara bertahap apabila permintaan meningkat, sehingga posuisi menu ini dapat ditingkatkan  menjadi Star.
3. Menu  kategori Puzzle
a. Meningkatkan   popularitas   menu   dengan   cara   meletakkan   pada   posisi strategis .,menjual pada posisi  “ to day menu” ,menjual melalui table d’hote menu
b. Mengganti nama menu dengan nama yang lebih menarik
c. Menurunkann harga jual makanan dengan memperhatikan kondisi dan harga jual pesaing.
d. Mempertimbangkan untuk menarik /menghapus menu puzzle .     .  
e. Menarik  pelanggan    dengan  memberikan  potongan  hargaatau  penyebaran  selebaran.
f. Membatasi  jumlah  menu  dengan  kategori  puzzle  karena  akan  menambah beban biaya terhadap yang lainnya.
4. Menu dengan kategori  Dog. 
Untuk kategori ini dapat diambil tindakan  sebagai berikut : 
a. Mengganti nama menu dengan nama yang lebih menarik supaya dapat memikat pelanggan 
b. Menghapus menu yang ada,untuk menghidari beban  bagi yang lain.
c. Mengganti degan menu yang lebih menarik. 

Referensi Pustaka :
Kassavana,   Michael L dan Donald I Smith.1982. Menu   Engeneering,   Miami, Hospitality Publication Inc.
Kassavana, Michael L. 1999. Computer Systems  for  Foodservice Opretaions A CBI Book, Published by Van Nostrand Reinhold Company.
Kotler, Phillip.1992. Manajemen Pemasaran,Analisis, Implementasi, dan Pengendalian, Jl. I Erlangga Jakarta 
Ninemlear, Jack D.1984. Planning   and   Control   Food   and   Beverrage Operation, Ins. Publication, Miami.
Trink  F, Chiffriller  Jr. 1999. Successful Restaurant Opeartion , A CBI Book, Edited  by Van Nostrand Reinhold  Company. 

Setelah infopintar.com memaparkan pengetahuan terkait Menu Engineering, selanjutnya infopintar.com akan memberikan aplikasi yang bisa membantu memudahkan dalam proses perhitungan dan pengolahan data Menu Engineering. jadi pastikan ikuti terus informasi update terkini dari infopintar.com yang selanjutnya akan merealese aplikasi Menu Engineering.


Jumat, 20 Januari 2017

Aplikasi QR Code untuk Asset Management Perusahaan dan Perorangan

Aplikasi QR Code untuk Asset Management Perusahaan atau untuk Perorangan sangat dibutuhkan sebagai media Inventory terkait product atau barang. Selain memudahkan juga sudah didukung oleh berbagai alat komunikasi umum seperti Mobile Device (Handphone, Tablet, dll), dan tentunya semakin bersinergi dengan system perusahaan atau back office system. Aplikasi QR Code untuk Asset Management diciptakan untuk mempermudah bukan mempersulit pekerjaan, karena dengan adanya
Aplikasi QR Code untuk Asset Management semua Asset dapat diketahui, ditelusuri, di record dan yang pasti aman karena bisa dipertanggung jawabkan.

Asset Management dimana dilakukannya proses Recording Asset, Request Order Asset, Claiming Guarantee, Product Knowlage, Auction, Selection, Auditing. Semua proses tersebut dilakukan secara komprehensif dan maksimal, karena pengaruh besarnya akan berdampak terhadap bisa positif dan bahkan mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan, Management Assset yang tidak baik ataupun tidak sesuai dengan kaidah-kaidah atau fungsionarisnya mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan untuk perusahaan, oleh karena itu pada kesempatan ini infopintar.com akan mengajak semuanya terutama kepada InpiHolic yang terus setia mengikuti postingan infopintar.com untuk sama-sama mengkaji dan mendalami mengenai Asset Management. sebelum infopintar.com memaparkan lebih jauh terkait Asset Management, izinkanlah infopintar.com memberikan landasan-landasan Teoritical atau yang menjadi latar belakang dari Asset Management, Berikut penjelasannya. 

Latar Belakang Asset Management: 
Seiring dengan berkembangnya suatu perusahaan maka jumlah aset juga akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Aset adalah barang tidak habis pakai (non consumable) yang dimiliki perusahaan yang memiliki umur lebih dari 12 bulan. Aset membutuhkan manajemen yang baik agar lebih mudah untuk dipantau dan ditelusuri. Kebutuhan informasi mengenai data dan informasi suatu aset sangatlah penting guna untuk memperbaiki kinerja atau efisiensi di dalam suatu perusahaan. Aset adalah sumber daya yang mempunyai manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti atau diperoleh atau dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas akibat transaksi atau kejadian masa lalu.

Landasan Teori Asset Management:
a. Menurut Smith, 1990 Manajemen Resiko didefinisikan sebagai proses identifikasi, pengukuran, dan kontrol keuangan dari sebuah resiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut.
b. Menurut Clough and Sears, 1994 Manajemen risiko didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian.
c. Menurut William, et.al.,1995,p.27 Manajemen risiko juga merupakan suatu aplikasi dari manajemen umum yang mencoba untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menangani sebab dan akibat dari ketidakpastian pada sebuah organisasi.
d. Dorfman, 1998, p. 9 Manajemen risiko dikatakan sebagai suatu proses logis dalam usahanya untuk memahami eksposur terhadap suatu kerugian.  

Metodologi Asset Management:

a. Asset Planning (Perencanaan Aset) meliputi konfirmasi tentang pelayanan yang dibutuhkan oleh user dan memastikan bahwa aset yang diajukan merupakan solusi yang paling efektif untuk memenuhi kebutuhan user.
b. Asset Creation/Acquistion (Pengadaan Aset) merupakan pengadaan atau peningkatan dari aset dimana pembiayaan dapat menjadi alasan yang diharapkan untuk menyediakan keuntungan diluar tahun pembiayaan. Sebuah pendekatan management yang berharga dapat diadopsi untuk menghasilkan solusi yang paling ekonmis dan kreatif.
c. Financial Mangement (Manajemen keuangan) membutuhkan pengetahuan yang berhubungan dengan kepemilikan aset, termasuk pengadaan/skuisisi, operasi, maintenance, rehabilitasi, pemabaruan, depresiasi dan pembuangan dan pengambilan keputusan yang mendukung kefektifan biaya yang dikeluarkan.
d. Asset Operation and Maintenance (Perawatan dan pengoperasian aset) mempunyai fungsi yang berhubungan dengan kerja dan pengendalian aset dari hari ke hari dan biaya yang berhunbungan dengannya yang merupakan komponen penting dalam aset yang dinamis atau berumur pendek.
e. Asset Condition and performance (Kondisi dan kinerja aset) dimana kinerja aset berhubungan dengan pada kemampuan dari aset untuk memenuhi target dari level layanan dan kondisi aset mencerminkan kondisi fisik dari aset. Memonitor kondisi dan kinerja aset adalah hal penting untuk mengetahui aset yang mempunyai kinerja kurang bagus atau yang sudah hampir gagal bekerja.
f. Asset Rehabilitation/Repalcement (Rehabilitasi/Penggantian Aset) adalah upgrade atau penggantian yang cukup signifikan dari sebuah aset atau komponen aset untuk mengembalikan aset kepada kondisi dan kinerja yang dibutuhkan. Manajer aset harus mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi solusi jangka panjang yang optimum melalui proses pengambilan keputusan yang formal.
g. Asset Disposal/Rasionalisation (Pembuangan/Rasionalisasi Aset) adalah pilihan ketika sebuah aset tidak diperlukan lagi, menjadi tidak ekonomis untuk di rawat atau direhabilitasi. Ini menyediakan kesempatan untuk mereview konfigurasi, tipe dan lokasi dari aset dan proses layanan yang dihasilkan yang relevan dengan aktivitas.
h. Asset Management Review (Review Manajemen Aset) melibatkan regulasi internal dan audit independen untuk meyakinkan siklus peningkatan aset manajemen yang kontinyu dan untuk mencapai atau memelihara praktek terbaik bagi perusahaan.


Setelah kita mengatuhi Metodologi, Latar belakang dan Teori atau kajian dari ilmu pengetahuan terkait Asset tersebut, kini infopintar.com akan mengajak ke step selanjutnya yaitu mengenai Job Description dari Asset Management, berikut penjelasannya .

Job Description And Process Asset Management: 

(1). Membuat Identifikasi Asset, Pengkodean melalui scanner barcode, Berdasarkan lokasi, type, serial number atau kode barang,  Pengelompokan jenis-jenis asset, berdasarkan in used, scrap, defected, reject
(2). Membuat Update Hitorycal device, Membuat list keterangan device/perangkat/barang berdasarkan ticket, Melakukan analisa, dan merangkumnya dalam jurnal laporan bulanan.
(3) Menjadi / memiliki Terminal Asset dan Memberikan Hak Apporoved, Keluar atau masuknya device/perangkat/barang, Controling / kontrol , Pengadaan, pembelian device/perangkat/barang, Seleksi dan penaksiran suatu device/perangkat/barang
(4). Tempat Penyimpan Asset, Membuat gudang asset  dan menjaga  serta melakukan perawatan asset, Menyiapkan stock device/perangkat/barang, Membuat laporan stock barang perbulan
(5). Membuat Costing Asset, Laporan cost perbulan untuk settiap asset berdasarkan lokasi / permintaan
(6). Melakukan Aktifitas Inventory Stock Opname secara berkala, Laporan atas hasil data stock opname (7). Bekerja sama dengan Teknisi dan Vendor, Service dan garansi device/perangkat/barang
(8). Uji / Test kelayakan device/perangkat/barang, Membuat form hasil uji/test device/perangat/barang 
(9). Evaluasi atas device/perangkat/barang, Membuat laporan evaluasi atas device/perangkat/barang. Sehingga dapat memberikan masukan/solusi atas device/perangkat/barang yang berkualitas namun low cost, sehingga dapat memiliki STANDARISASI.

Tujuan Asset Management:
a. Menerapkan dan menjalankan manajemen resiko
b. Mengkoordinir dan kontroling segala permasalahan asset perusahaan
c. Mengendalikan fungsi Asset
d. Memberikan laporan secara valid dan real berdasarkan bukti secara fisik dan update.
e. Menjadi terminal/ pintu/ akses keluar atau masuknya device/perangkat/barang.
f. Memberikan input, atas device/perangkat/barang yang berkualitas dan yang tidak berkualitas berdasarkan data asset. Sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan kerugian cost atas asset.
g. Bersinergi dan berkolaborasi dengan system dan tim teknikal


Intruksi Kerja (Work Instruction) Asset Management:

1. Recording Asset
“ Team Asset harus selalu mengupdate historical device/perangkat/barang berdasarkan open ticket yang telah dibuat. Lalu mem folowup atas laporan dari pihak teknikal / IT, dimana harus berisikan data-data masalah, analisa/diagnose dan penyelesaian masalahnya.
2. Request Order Asset
“ Team Asset harus menjadi akses utama dan wajib bagi keluar atau masuknya Asset. Team asset akan menerima Purchase Order dari Team Teknikal/IT, lalu Team Asset harus melakukan kontroling, Evaluasi terhadap PO tsb, lalu mem folowupnya ke bagian Approved, dan menyerahkan PO tersebut ke bagian Purchasing.
Adapun ketika sudah terjadi pembelian Asset, maka asset tersebut harus diterima terlebih dahulu oleh Team Asset, untuk dilakukan identifikasi dan pengkodean asset tsb. Dan melakukan test/uji kelayakan dari asset tersebut. Serta menyimpan surat-surat yang berhubungan dengan garansi asset tersebut.
3. Claiming Guarantee
“Team Asset harus bekerja sama dengan vendor-vendor perusahaan, agar dalam proses claim guaranty tidak mengalami kesulitan dan memakan waktu yang cukup lama serta tidak ada biaya-biaya yang dipungut berdasarkan service level guarantee.
4. Product Knowlage
“ Team Asset harus memiliki pengetahuan serta jaringan yang luas mengenai Asset tersubut, sehingga memiliki pembukuan tentang informasi seputar Asset tsb.
5. Auctions
“ Team Asset harus memiliki data-data yang valid dari asset kepemilikan perusahaan, sehingga dapat memberikan permohonan lelang kepada pemilik perusahaan.
6. Selection
“ Team Asset harus membuat data-data asset dan memisahkannya kedalam golongannya seperti asset yang rusak dan tidak bisa diperbaiki, Asset yang rusak dan dapat diperbaiki, Asset yang masih bisa pakai, Asset titipan / sewaan.
7. Auditing
“Team Asset, harus membuat program dan schedule proses audit atas asset, dengan mengimplementasikan proses stock opname.



Nah sekarang infopintar.com akan memberikan aplikasi QR Code sehingga akan sangat memudahkan untuk kebutuhan Inventory Asset, tapi kita paparkan dulu kegunaan QR code nya dahulu, 


Apa itu QR Code ?
Kode QR adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan dipublikasikan pada tahun 1994 dengan fungsionalitas utama yaitu dapat dengan mudah dibaca oleh pemindai QR merupakan singkatan dari Quick Respon atau respons cepat, yang sesuai dengan tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang.(soon,2008) (sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_QR)

Apa manfaat QR Code ?
Manfaat dari QR Code adalah kita bisa langsung membaca isi yang terkandung dalam code tersebut secara cepat. QR Code ini bisa digunakan untuk Media Inventory, Labeling mungkin juga promosi sebuah perusahaan, menyimpan alamat sebuah situs website atau Blog, atau menyimpan Tulisan, menyimpan nomor HP dan untuk menyimpan SMS dari seseorang. Jika QR Code ini diterapkan pada sebuah situs atau blog, pengunjung bisa langsung melihat blog tersebut melalui HP atau mobile phone.
Sebuah Kode QR (singkatan Kode “Quick Response”) merupakan simbol 2-dimensi digital yang pelanggan Anda dapat memindai dengan ponsel mereka untuk mendapatkan akses ke konten tertentu secara langsung.
Bagaimana Cara Menggunakan QR Codes?
Kode QR membantu Anda berbagi informasi dengan orang-orang ditargetkan tertarik dalam bisnis Anda, secara langsung.
Ini merupakan cara yang bagus untuk berbagi informasii, karena kita tidak perlu meminta orang lain atau pelanggan kita, atau orang yang kita target untuk mengingat atau masukkan alamat web yang panjang atau campur aduk.
Banyak usaha kecil mulai menggunakan Kode QR untuk keperluan: :

a. Memberikan tautan atau link ke halaman tertentu, sebagai contoh untuk gambar yang diatas adalah QR Code ke salah satu halaman yang ada di website Komunitas Pakar Online Indonesia ini.
b. Memberikan penawaran khusus atau diskon
c. Berbagi konten eksklusif yang melengkapi.
d. Berbagi video online yang di unggah ke Youtube (Lihat: mengenal YouTube).
e. Dan banyak lagi…

Nah.....sekarang jadi cerahkan, klo yang masih bingung silahkan diulang lagi bacanya, klo yang sudah mengerti boleh silahkan langsung download saja file aplikasinya
silahkan diklik aja Aplikasi QR Code Offline

Caranya :
a. Download dahulu file aplikasinya
b. Install
c. Untuk memulai, ketik pada Plain Text kode barang, nama barang, jenis, type (semua terkait dengan barang tersebut)
d. Setelah selesai ketik, lalu klik pada menu Encode (proses untuk membuat QR Code)
e. Dan akan tampil QR codenya pada posisi di sebelah kanan
g. Lalu simpan QR code tersebut, pastikan diberi nama/code pada QR code tersebut yah, dan simpan dalam format file JPEG File (jpg).
h. Lakukan cara yang sama pada setiap barang yang akan di buat QR Codenya
i. Cetak dengan menggunakan kertas stiker, karena akan ditempel pada barangnya, klo gak mau repot bisa beli printer Code merek Zebra. tinggal print langsung ok.

Demikian yang bisa infopintar.com sampaikan untuk kesempatan kali ini, tunggu update terkininya dengan ikuti terus seputar beragam informasi yang kaya akan manfaat di www.infopintar.com

Atas segenap perhatiannya, infopintar.com ucapakan banyak terima kasih.

Rabu, 18 Januari 2017

Cara Menghitung Nilai Pertumbuhan Sales Penjualan

Mencari nilai pertumbuhan sales suatu perusahaan sangat mudah, dan ini adalah ilmu yang wajib dimiliki oleh seorang Sales Marketing, dimana performance kinerjanya dapat terlihat jelas berdasarkan angka sistematik.
tentunya dengan adanya master atau format system khusus menghitung angka pertumbuhan dan persentase pencapaian target sales akan jauh lebih memudahkan perusahaan ataupun pihak Sales Marketingnya. Tentunya diharapkan dengan adanya system ini dapat secara bersama-sama melakukan tindakan cepat untuk evaluasi dan implementasi sehingga pencapaian atas target sales penjualan bisa dimaksimalkan.

Sebelum infopintar.com memaparkan secara rinci proses perhitungan dari persentase sales dan pertumbuhan sales, izinkanlah infopintar.com memberikan informasi seputar pengetahuan Sales Marketing.
berikut penjelasannya.

SALES adalah ?
Huruf S berarti = Search ( Mencari Prospek atau Peluang Customers)
Huruf A berarti = Attracting ( Menarik Minat Prospek atau Peluang Customers Terhadap barang/Jasa yang ditawarkan.
Huruf L berarti = Listening ( Mendengarkan komentar terhadap barang/jasa yang ditawarkan, dan selain itu bersifat Learning terhadap minat dari kebutuhan customers)
Huruf E berarti =Emerging ( Menciptakan, Menumbuhan dan membesarkan motivasi customers untuk tertarik, mencoba dan jadi membeli.
Huruf S berarti =Selling and service ( Menjual produk barang/jasa serta memberikan pelayanan terbaik terhadap customers baik sebelum dan sesudah terjadi transaksi sales, sehingga rasa kepercayaan dan kepuasan customers akan tumbuh dan mengakibatkan dampak positif dikemudian hari).

Jadi Sales adalah : Seseorang yang menawarkan produk barang/jasa yang langsung menjadi ujung tombak atau pencitraaan terhadap perusahaan, dimana selain berorientasi terhadap pencapaian target juga membawa nama baik perusahaan di hadapan customers atau calon customers. Seorang sales yang baik harus sudah dibekali ilmu pengetahuan dan Skill tertentu oleh perusahaan, sehingga maksud dan tujuan perusahaan dapat tercapai.


MARKETING adalah ?
Seseorang atau pihak yang membuka peluang pasar dan memiliki perencanaan, pelaksanan yang matang terhadap kebijakan-kebijakan yang bersifat menaikan espektasi pasar.
Pada umumnya strategi marketing bersifat Promosi, Testimonial, Advertising, Pencitraan, serta membuaka relasi yang luas.

Dari pengertian atas Sales dan Marketing tersebut, kita dapat menganalisa dan mengerti bahwa Sales dan Marketing memiliki peranan atau fungsi yang berbeda namun sama tujuannya. Sehinga Sales Marketing merupakan kewenangan terhapan pencapaian target penjualan baik janga pendek ataupun jaangka panjang.

TARGET SALES adalah ?
Nilai yang bisa bersifat Nominal rupiah (Mata uang) atau juga bersifat persentase yang ditetapkan oleh perusahaan, yang telah di kaji dan dilakukan perhitungan secara sistematik, berdasarkan Profit and lost data. sehingga sudah memenuhi beban atau cost biaya, serta profit yang diinginkan perusahaan.

PERTUMBUAHAN PENJUALAN Adalah ?

Pertumbuhan penjualan mencerminkan keberhasilan investasi periode masa lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan masa yang akan datang. (Barton et al.1989). Pertumbuhan penjualan merupakan indikator permintaan dan daya saing perusahaan dalam suatu industri. Laju pertumbuhan suatu perusahaan akan mempengaruhi kemampuan mempertahankan keuntungan dalam menandai kesempatan-kesempatan pada masa yang akan datang. Pertumbuhan penjualan tinggi,maka akan mencerminkan pendapatan  meningkat sehingga pembayaran deviden cenderung meningkat.
        Pertumbuhan perusahaan dalam manajemen keuangan diukur berdasar perubahan penjualan, bahkan secara keuangan dapat dihitung berapa pertumbuhan yang seharusnya (sustainable growth rate) dengan melihat keselarasan keputusan investasi dan pembiayaan (Devic, 2003). Pertumbuhan perusahaan akan menimbulkan konsekuensi pada peningkatan investasi atas aktiva perusahaan dan akhirnya membutuhkan penyediaan dana untuk membeli aktiva.
      Secara keuangan tingkat pertumbuhan dapat ditentukan dengan mendasarkan pada kemampuan keuangan perusahaan. Tingkat pertumbuhan yang ditentukan dengan hanya melihat kemampuan keuangan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tingkat pertumbuhan atas kekuatan sendiri dan tingkat pertumbuhan berkesinambungan. Tingkat pertumbuhan atas kekuatan sendiri merupakan tingkat pertumbuhan maksimum yang dapat dicapai perusahaan tanpa membutuhkan dana eksternal atau tingkatpertumbuhan yang hanya dipicu oleh tambahan atas laba ditahan.tingkat pertumbuhan berkesinambungan adahlah tingkat pertumbuhan maksimum yang dapat dicapai perusahaan tanpa melakukan pembiayaan modal tetapi dengan memelihara perbandingan antara hutang dengan modal.
      Swastha dan Handoko (2001), “Pertumbuhan atas penjualan merupakan indikator penting dari penerimaan pasar dari produk dan atau jasa perusahaan tersebut,dimana pendapatan yang dihasilkan dari penjualan akan dapat digunakan untuk mengukur  tingkat pertumbuhan penjualan”. Berkaitan dengan pertumbuhan penjualan, perusahaan harus mempunyai strategi yang tepat agar dapat memenangkan pasar dengan menarik konsumen agar selalu memilih produknya.untuk itu faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan harus benar-benar diperhatikan.dengan mengetahui faktor-faktor tersebut perusahaan akan dapat menetapkan kebijaksanaan untuk mengantisipasi kondisi tersebut sehingga perusahaan dapat menjual produk dalam jumlah besar dan volume penjualan akan meningkat pula. Dengan meningkatnya laba perusahaan,maka keuntungan yang diperoleh para investor akan meningkat.
                Menurut Huston dan Brigham (2006:39) berpendapat bahwa perusahaan dengan penjualan yang relatif stabil dapat lebih aman memperoleh lebih banyak pinjaman dan menangung beban tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan dengan penjualannya yang tidak stabil. Home dan Machowicz (2005) mengemukakan teori bahwa tingkat pertumbuhan penjualan adalah hasil perbandingan antara selisih penjualan tahun berjalan dan penjualan di tahun sebelumnya dengan penjualan di tahun sebelumnya. (Sumber :http://asisiverry.blogspot.co.id/2013/09/landasan-teori-tingkat-pertumbuhan.html)

Setelah kita mengerti dari fungsi dan tujuan atau peranan terkait Sales Merketing, Target Pejualan, Perumbuhan Penjualan, kini infopintar.com akan berikan solusi kemudahan kepada semuanya terutama InpiHolic yang terus setia mengikuti update terkini dari infopintar.com
Sebelum kita mulai, hal yang kita persiapkan adalah Sumber data yang benar (bisa dipertanggung jawabkan) seperti : Data sales penjualan bedasarkan bulan, selama periode 1 tahun atau 12 bulan, serta Data sales penjualan bedasarkan tahun kalau bisa selama periode 10 tahun.

setelah didapat sumber data diatas, silahkan buka di Microsoft Excel 2007 dan ikuti petunjuk di bawah ini :
  1. Ketik pada kolom A, baris 1: MENGHITUNG ANGKA PENCAPAIAN SALES PENJUALAN DAN PERSENTASE PERTUMBUHAN SALES
  2. Ketik pada kolom A, baris 2 : Target Sales (lalu di blok pada kolom A dan B, karena akan kita klik merge and center) setelah itu, ketik pada kolom C,  baris ke 2 : Nilai targetnya (setting number)
  3. Ketik pada kolom A, Baris ke 3 : Nama bulan, kemudian pada Kolom B, baris ke 3 : Angka (bulan), lalu pada Kolom C baris 3 :Nilai Sales penjualannya
  4. Ketik pada Kolom A, Baris ke 4 sampai 15 : Isi nama bulannya, kemudian Kolom B baris ke 4 sampai 15 isi angka bulannya, lalu Kolom C baris ke 4 sampai 15, nilai penjualannya.
  5. Ketik pada kolom D, Baris ke 2,  sales monthly/ target sales, kemudian di Kolom E baris ke 2 ketik angka pertumbuhan = (present-past)/past x 100%
  6. Ketik pada Kolom D, baris ke 3 : % Pencapaian target, kemudian pada Kolom E baris ke 3 ketik % tingkat perumbuhan.
  7. Nah sekarang, baru tahap proses perhitungannya dengan menggunakan formulasi rumus excelnya, caranya yang pertama. Ketik Kolom D, baris ke 4 : "=sum(C4/C2)" lalu enter, lalu lanjutkan pada baris ke 5 : =sum(C5/C2) enter, baris ke 6 : =sum(C6/C2)enter, baris ke 7 : =sum(C7/C2)enter, baris ke 8 : =sum(C8/C2)enter, baris ke 9 : =sum(C9/C2)enter, baris ke 10 : =sum(C10/C2)enter, baris ke 11 : =sum(C11/C2)enter, baris ke 12 : =sum(C12/C2)enter, baris ke 13 : =sum(C13/C2)enter, baris ke 14 : =sum(C14/C2)enter, baris ke 15 : =sum(C15/C2)enter. (blok pada Kolom D baris ke 4 sampai 15 dan ganti menjadi bentuk persen (%).
  8. Selanjutnya, pada Kolom E, baris ke 4 : ketik "=sum( C4-angka sales bulan desember tahun sebelumnya)/angka sales bulan desember tahun sebelumnya)"enter, lalu isi pada baris selanjutnya, Kolom E, baris ke 5 : ketik =sum(C5-C4)/C4 enter, lalu Kolom E, baris ke 6 : ketik =sum(C6-C5)/C5 enter, Kolom E, baris ke 7 : ketik =sum(C7-C6)/C6 enter, Kolom E, baris ke 8 : ketik =sum(C8-C7)/C7 enter, Kolom E, baris ke 9 : ketik =sum(C9-C8)/C8 enter, dan iktui seperti itu terus.
  9. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 17 : Average Tingkat pertumbuhan dalam interval waktu yang tetap.
  10. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 19 : Nilai akhir dari sales (Present)
  11. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 20 : Nilai awal dari sales (Past)
  12. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 21 : waktu intervalnya (misal 12) 12 ini berarti 12 bulan
  13. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 28 :  Growth Rate (Rata-rata pertumbuhan)
  14. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 29:  Average Sales (nilai rata-rata penjualan)
  15. Selanjutnya, ketik pada Kolom A baris ke 30: % Average Sales ( persentase nilai rata-rata penjualan)
  16. Isi pada kolom C baris ke 28 ketik : "=ABS(C19/C20)^(1/12)-1 lalu enter ubah ke bentuk persen (%)
  17. Isi pada kolom C baris ke 29 ketik : "=Average(C4:C15) lalu enter
  18. Isi pada kolom C baris ke 30 ketik : "=SUM(C29/C2) lalu enter ubah ke bentuk persen (%)
Membuat Grafiknya
 Grafik Persentase Pertumbuhan Sales Penjualan : 
 Contohnya :
  1. Klik Insert, Line, 2d line
  2. Klik kanan pada kotak grafik kosong tersebut, lalu pilih select data
  3. Ubah pada Chart data rangenya seperti : =Sheet1!$A$4:$A$15,Sheet1!$E$4:$E$15
  4. Klik edit pada series 1, ganti series name nya menjadi : % pertumbuhan
 Grafik Persentase Pencapaian Target Sales : 
 Contohnya :
  1. Klik Insert, Column, 2d Column
  2. Klik kanan pada kotak grafik kosong tersebut, lalu pilih select data
  3. Ubah pada Chart data rangenya seperti : =Sheet1!$A$4:$A$15,Sheet1!$D$4:$D$15
  4. Klik edit pada series 1, ganti series name nya menjadi : % Sales
 Buat yang pingin lihat file excelnya, juga boleh silahkan di klik link ini :
 Aplikasi menghitung nilai pertumbuhan sales penjualan oleh infopintar.com


Demikian yang bisa infopintar.com sampaikan untuk kesempatan kali ini, tunggu update terkininya dengan ikuti terus seputar beragam informasi yang kaya akan manfaat di www.infopintar.com

Atas segenap perhatiannya, infopintar.com ucapakan banyak terima kasih.

Senin, 16 Januari 2017

Standar Operasional Prosedur Training Karyawan Restoran F&B


SOP atau Standar Operasional Prosedur, yang harus dimiliki perusahaan F&B didalam dunia Hospitality sangat diprioritaskan, baik terhadap Produknya, Employee (Karyawan), Arsitektur, dll semua itu dilakukan hanya untuk peningkatan layanan (Services), sehingga pelanggan atau customers merasa sangat terpuaskan, sehingga akan meningkatkan popularitas bagi Restorannya. Puas untuk customers mengandung arti yang luas dan kompleks, sehingga faktor-faktor terkecil pun yang bedampak terhadap kepuasan customers akan terus di perbaiki dan di maksimalkan performance terbaiknya. adapun kriteria puas yang umum antara lain :
  1. Services atau pelayanan karyawannya baik, Ramah serta aktif
  2. Keamanan lokasi, baik Internal maupun external
  3. Memilki Buku menu, Price Tag, Display menu serta Testimonil Food
  4. Produknya Enak, Sehat, Beragam, Bisa Customs.
  5. Bayak pilihan Promo, Diskon, Free
  6. Harga yang kompetitif
  7. Fasilitas kemudahan Transaksi
  8. Memiliki area Dine In, dan Khusus Take Away serta Smoking Area
  9. Kapasitas Tempat yang memadai, Nyaman, Bersih dan Wangi
  10. Fasilitas Audio Visual serta Lighting pendukung
  11. Fasilitas Internet Connecting, Power Charging, Phone Active
  12. Fasilitas Toilet Hygiene
  13. Terbebas dari Binatang kotor / hama
  14. Fasilitas pendukung untuk Bayi, Anak anak, Lansia
  15. Design arsitektur tempat yang mendukung  
  16. Didukung Chief Restorant yg berkualitas dan aktif
  17. dan masih banyak lagi
Setelah kita mengerti dari arti kepuasan pelanggan atau customers tersebut, barulah kita memulai langkah persiapan besar untuk bisa memenuhi kriteri-kriteria tersebut, namun tentunya kriteria tersebut bersifat global, jadi cukup gunakan atau ambil beberapa kriteria tersebut diatas yang sekiranya cocok dan sesuai dengan konsep dari restoran, cafe, Bistro, Catering, Kantin, dll.
Tujuan dari mengikuti kriteria tersebut adalah sebetulnya menguji seberapa besar performance yang bisa dihasilkan, karena berbeda Restoran umumnya hasilnya pasti berbeda. karena semua itu point utamanya terletak pada kemampuan setiap karyawannya untuk dapat memberikan service atau pelayanan terbaik sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku di perusahaan.

Oleh karena itu infopintar.com akan memberikan informasi terkait SOP atau Standar Operasional Prosedur untuk Training Karyawan Restoran, Cafe, Bistro, Catering, Kantin, Dll. sehingga setiap pelaku usaha dapat lebih jauh lagi memaksimalkan segenap karyawan dan jajarannya untuk meningkatkan segala performancenya.

Pada kesempatan pertama ini, izinkanlah infopintar.com menginformasikan petingnya manfaat Training untuk karyawan, berikut penjelasannya :
Training atau pelatihan pengembangan bagi karyawan perusahaan mempunyai banyak manfaat baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi perusahaan. Karyawan akan semakin bertambah pengetahuannya, potensinya maupun skillnya, yang akan berimplikasi positif bagi perusahaan. Perusahaan selalu membutuhkan tenaga-tenaga yang berkompeten di bidangnya untuk meningkatkan laju laba perusahaan, sehingga rekruitmen dan pembinaan karyawan yang tepat menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Training sebagai salah satu media untuk meningkatkan kemampuan karyawan akan menjadi alat efektif juga untuk meningkatkan laju laba perusahaan.
Banyak sekali manfaat yang dapat dieksplore dari hasil training atau pelatihan pengembangan. Berikut ini adalah ringkasan manfaat training dan pelatihan karyawan secara umum, dari sudut pandang berbagai pihak yang terlibat di dalamnya.
Manfaat training bagi perusahaan :
  1. Memiliki tenaga kerja yang ahli dan terampil
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja
  3. Meningkatkan produktivitas kerja
  4. Mengurangi biaya karena waktu yang terbuang akibat kesalahan-kesalahan
  5. Meningkatkan mutu hasil kerja
  6. Meningkatkan sales dan profit
Manfaat training bagi manajer :
  1. Memiliki anak buah yang ahli dan terampil
  2. Dapat mendelegasikan lebih banyak tugas dan tanggung jawab kepada bawahan
  3. Terlepas dari hal-hal kecil yang bukan porsinya untuk ditangani
  4. Tugas dan pekerjaan berjalan lancar walau anda tidak di tempat
  5. Menunjang karir anda untuk memperoleh jabatan yang lebih tinggi
Manfaat training bagi karyawan :
  1. Mengurangi waktu yang digunakan untuk belajar
  2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
  3. Meningkatkan rasa percaya diri
  4. Meningkatkan kepuasan kerja

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Menurut Carrell dan Kuzmits (1982 : 278), tujuan utama pelatihan dapat dibagi menjadi 5 area:

  1. Untuk meningkatkan ketrampilan karyawan sesuai dengan perubahan teknologi.
  2. Untuk mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru agar menjadi kompeten.
  3. Untuk membantu masalah operasional.
  4. Untuk menyiapkan karyawan dalam promosi.
  5. Untuk memberi orientasi karyawan untuk lebih mengenal organisasinya

Menurut Procton dan Thornton (1983 : 4) menyatakan bahwa tujuan pelatihan adalah:

  1. Untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan bisnis dan operasional-operasional industri sejak hari pertama masuk kerja.
  2. Memperoleh kemajuan sebagai kekuatan yang produktif dalam perusahaan dengan jalan mengembangkan kebutuhan ketrampilan, pengetahuan dan sikap.

Beberapa manfaat nyata dari program pelatihan adalah (Simamora, 2004 : 278) :

  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas
  2. Mengurangi waktu pembelajaran yang diperlukan karyawan untuk mencapai standar kerja yang dapat diterima.
  3. Membentuk sikap, loyalitas, dan kerja sama yang lebih menguntungkan
  4. Memenuhi kebutuhan perencanaan sumber daya manusia
  5. Mengurangi frekuensi dan biaya kecelakaan kerja
  6. Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi.

Perbedaan Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenga kera.(Simamora:2006:273). Menurut pasal I ayat 9 undang-undang No.13 Tahun 2003. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.

Pengembangan (development) diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang Iebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga atau instansi pendidikan,

Menurut (Hani Handoko:2001:104) pengertian latihan dan pengembangan adalah berbeda. Latihan (training) dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagal ketrampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci dan rutin. Yaitu latihan rnenyiapkan para karyawan (tenaga kerja) untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sekarang. Sedangkan pengembangan (Developrnent) mempunyai ruang lingkup Iebih luas dalam upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dlan sifat-sifat kepribadian.

(Gomes:2003:197) Mengemukakan pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggungjawabnya. Menurutnya istilah pelatihan sering disamakan dengan istilah pengembangan, perbedaannya kalau pelatihan langsung terkait dengan performansi kerja pada pekerjaan yang sekarang, sedangkan pengembangan tidaklah harus, pengembangan mempunyai skcope yang lebih luas dandingkan dengan pelatihan.

Pelatihan Iebih terarah pada peningkatan kemampuan dan keahlian SDM organisasi yang berkaitan dengan jabtan atau fungsi yang menjadi tanggung jawab individu yang bersangkutan saat ini (current job oriented). Sasaran yang ingin dicapai dan suatu program pelatihan adalah peningkatan kinerja individu dalam jabatan atau fungsi saat ini.

Pengembangan cenderung lebih bersifat formal, menyangkut antisipasi kemampuan dan keahhan individu yang harus dipersiapkan bagi kepentingan jabatan yang akan datang. Sasaran dan program pengembangan menyangkut aspek yang lebih luas yaitu peningkatan kemampuan individu untuk mengantisipai perubahan yang mungkin terrjadi tanpa direncanakan(unplened change) atau perubahan yang direncanakan (planed change). (Syafaruddin:200 1:2 17).

Hal serupa dikemukakan (Hadari:2005:208). Pelatihan adaah program-program untuk memperbaiki kernampuan melaksanakan pekerjaan secara individual, kelompok dan/atau berdasarkan jenjang jabatan dalam organisasi atau perusahaan. Sedangkan pengembangan karir adalah usaha yang diakukan secara formal dan berkelanjutan dengan difokuskan pada peningkatan dan penambahan kemampuan seorang pekerja. Dan pengertian ini menunjukkan bahwa fokus pengembangan karir adalah peningkatan kemampuan mental tenaga kerja. (sunber :https://goenable.wordpress.com/tag/tujuan-dan-manfaat-pelatihan/)

Setelah kita mengerti dan memahami latar belakang tersebut, infopintar.com akan berbagi bagaimana dan apa saja Standar Operasional Prosedur untuk Training Karyawan Restoran, berikut penjelasannya :
  • Standard Grooming
  • Squence Of Service



Standard Penampilan (Grooming) : Penampilan diri seseorang dari ujung rambut sampai ujung kaki pada waktu bekerja sesuai dengan standar yang sudah ditentukan oleh perusahaan.
"Penampilan Merupakan Kesan Pertama (First Impression) Untuk Memberikan Kesan Baik Perusahaan Kepada Tamu"
Tujuan nya : 
a. Menjelaskan alasan kenapa penampilan sangat penting
b. Menunjukkan penampilan yang benar selama jam kerja
c. Memberikan kesan yang baik perusahaan kepada tamu  
Standar Penampilan Personal Hygiene & Grooming :
a. Uniform (Seragam)
Seragam sesuai dengan standard yang sudah di tentukan oleh Perusahaan
Apron disesuaikan dengan bagiannya
Celana hitam bahan
Pastikan seragam rapih dan tidak kusut
Pergunakan pakaian dalam warna Hitam/putih polos (tidak bergambar)
Nama tag pastikan terpasang dan kondisi baik
Pastikan sepatu hitam sesuai yang di standarkan oleh perusahaan
Memakai sepatu Van topel warna hitam / high heel maksimal 3 cm (wanita).
b. Hair (Rambut)
Wanita : 
Pastikan yang berambut panjang di ikat dan di pakai Hairnett
Pastikan yang rambut pendek bisa memakai bando warna hitam polos
Laki – Laki :
Rambut dipotong rapih dan mengunakan Gel (minyak rambut)
Pastikan jambang tidak Panjang
Warna rambut tidak berwarna selain warna hitam.
c. Face (Wajah)
Wanita : Make up tidak berlebihan (pakai Blass on, Lipstik, Alis etc.)
Laki-laki : tidak berkumis, jenggot, jambang pendek
Tidak mengunakan contact Lens yang warnanya menyolok
Tidak mengunakan kawat gigi yang berwarna
d. Hand (Tangan)
Wanita : tidak menggunakan cat kuku berwarna (boleh yang clear)
Kuku tangan pendek
Pastikan tangan anda selalu bersih
Jam tangan yang tidak berwarna warni
Tidak mempergunakan gelang yang berlebihan atau Berwarna
e. Body Odor (Bau Badan)
Pastikan memakai Deodorant setiap hari
Gunakanlah parfumes (tidak terlalu berlebihan atau tidak lerlalu strong)
Jagalah bau mulut (dengan setiap kali untuk menggunakan pasta gigi dan hindari makan makanan yang mengundang bau mulut)

Standard Squence Of Service (SOS) adalah Tata cara dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan bertujuan meraih kepuasan pelanggan.

Bagian dari Squence Of Service antara lain :
1. Greeting The Guest (Menyambut tamu)
   “Good morning/Afternoon/evening..Sir/Madam,
    Welcome to Delifrance (name of outlet)…ask for how many person? Smoking area or no smoking”
  “Selamat pagi/siang/sore…Pak /Ibu, Selamat datang di Delifrance (nama outlet)…menanyakan untuk
    berapa orang?”Smoking area atau tidak?”
    (Mengucapakan “Guest Coming” agar staf yang lain melihat adanya tamu dengan menjawab “Welcome”)
2. Escorting Guest to The Table (Menghantar Tamu Ke Meja)
   “Please… (state the name of the guest if known)”
    Silahkan…(sebutkan nama tamu jika mengetahuinya)
    If you don’t know the name, you can say:
    “Please, Sir/Madame.”
    Jika anda tidak tahu namanya, anda dapat katakan
    “Silahkan…Pak/Ibu”.
    (Melangkah dua langkah kedepan dari tamu dengan selalu melihat sekitar dan focus dengan tamu)
3. Seating The Guest (Mempersilahkan dan Membantu Tamu Duduk)
    Help the guest to get the table and chair “Have a seat please…Sir/Madame”
    Membantu tamu untuk mendapatkan meja dan kursi
    “Silahkan duduk…pak/ibu” 
    (Menarik kursi dengan dua tangan,setelah tamu berdiri di depan kita,
    (Dorong kembali kursi dengan bantuan kaki kanan kita)
    (Utamakan anak kecil, wanita dan laki-laki)
    (Utamakan tamu pelanggan baru pelanggan)

4. Presenting The Menu (Memberikan dan Menjelaskan Menu)
    Give the menu with a smile and eye contact
    Berikan menu dengan senyum dan memandang tamu
    I’m….(mention your name), I will be your server” This is our menu, I would like to recommend to you       our chef’s recommendation in our restaurant”
    Saya … (sebutkan nama), Saya akan melayani anda. Ini menunya, saya ingin menawarkan menu spesial dari chef’s recommend…(menjelaskan menu promo yang berjalan)
5. Taking Order ( Mengambil pesanan)
    “May I take your order now..sir/madame?”
    “Boleh saya ambil pesanan sekarang..pak/ibu?”
    “I would like to recommendation of dim sum as your stater and the other’s menu”
    “Saya ingin merekomendasikan beberapa jenis makanan pembuka dan menu makanan lainnya”
    (Berikan waktu 5 menit kepada tamu jika tamu memesan kemudian atau nanti agar tidak menunggu lama  dalam pemesanan)

6. Repeat Order ( Mengulangi pesanan)
    “May I repeat your order sir/madam ….
    (mention all which has been ordered by the guest with clearly)”
    “Boleh saya ulangi pesanannya pak/ibu …
    (Sebutkan semua makanan yang sudah dipesan oleh tamu dengan jelas)”
    (masukan guest order di POS dengan benar dan disesuaikan dengan jumlah tamu)
    (berikan peralatan makan sesuai dengan pesanan sebelum pesanan diberikan kepada tamu)
7. Food & Beverage Service (Menyajikan makanan & minuman)
    “Excuse me…This is your order Sir/ Madame…(name of menu)
    “Permisi…Ini pesanan, Bapak /ibu ………(nama makanan)
    Please enjoy your meal.  If  there is anything else you need , please call me…Thank you”
  “Silahkan menikmati.  Jika ada sesuatu yang bapak/ibu butuhkan, silahkan memanggil saya…Terima  kasih”

8. Checking Order (Mengecek pesanan)
      Check all guest order and ask the guest to make sure if all the order already served. “ (Mengecek semua pesanan tamu dan tanya ke tamu untuk meyakinkan jika semua pesanan sudah  disajikan)
Give a sign if the food already served (Memberikan tanda jika Makanan sudah disajikan)
 Excuse me Sir/ Madame (Name)…Your order already complete to served.” Would you like to order something else? Permisi bapak/ibu (nama)…. pesanannya sudah disajikan semuanya ya” apakah bapak/ibu ingin memesan makanan atau minuman yang lain?

9. Check Guest Satisfaction (Mengecek kepuasan tamu)
Check guest satisfaction with ask about they have order…”How is your order…(name of menu)?”(Mengecek kepuasan tamu dengan menanyakan apa yang mereka telah pesan….” Bagaimana dengan makanannya?) “Thank you for your comment” Terima kasih untuk komentar anda
 
10. Cleaning The Table (Clear – up) ( Membersihkan meja)
Cleaning the table if the guest already done to eat or drink (ask to the guest before your cleaning the table) Membersihkan meja jika tamu sudah selesai makan atau minum   ( tanya kepada tamu sebelum membersihkan meja) “Excuse me….”May I clear up your table Sir / Madame? “ Permisi……Boleh saya membersihkan mejanya, bapak/ibu?”

11. Offering Dessert, Coffee or Tea ( Menawarkan Dessert, Kopi atau Teh) 
“I Would like suggest to you, we have special dessert, coffee or tea (Presenting of menu) “Saya ingin menawarkan kepada bapak/ibu, Kita punya makanan penutup spesial, kopi dan teh (menjelaskan menu) (menawarkan makanan pastry dan cake kepada tamu yang ada di display untuk dibawa pulang)

12. Table Crumbing (Membersihkan sisa kotoran dimeja)
“Excuse me, May I cleaning your table?”
“Thank you sir/madam…”
“Permisi, boleh saya bersihkan mejanya?”
“Terima kasih pak/ibu…”

13. Presenting The Bill (Memberikan Bon)
Only presenting the bill after the guest ask for it Bon hanya diberikan ketamu setelah tamu memintanya
“Excuse me sir/madam…Here is your bill…Please re-check your order “Permisi pak/ibu…ini bonnya,“ Silahkan mengecek pesanannya kembali If the guest paid by cash…Check the amount of money first in front of guest and mention how much the money Jika tamu membayar  dengan uang tunai. Periksa dan hitunglah  uang terlebih dahulu didepan tamu  dan sebutkan berapa jumlahnya If the guest paid by credit card…check and mention card to given by guest  and to call that name of card  and don’t forget to ask for name and signature at guest bill ..”Thank you” Jika  tamu membayar dengan kartu kredit…”Check dan sebutkan kartu yang digunakan oleh tamu dan sebutkan nama kartunya  dan Jangan lupa untuk meminta nama dan tanda tangan tamu pada bonnya “Terima Kasih”

14. Thanking The Guest (Memberikan ucapan terima kasih ke tamu)
“Thank you for your coming Sir/Madame...Have a good day/good weekend/Sunday” nice to see you again” “Terima kasih kedatangannya pak/ibu…Semoga hari anda menyenangkan, selamat datang kembali

15. Table Reset (Set up meja kembali)
 Set up table back to the standard
 Menset up kembali meja tamu sesuai dengan standar



Demikian yang bisa infopintar.com sampaikan untuk kesempatan kali ini, tunggu update terkininya dengan ikuti terus seputar beragam informasi yang kaya akan manfaat di www.infopintar.com

Atas segenap perhatiannya, infopintar.com ucapakan banyak terima kasih.

Artikel Pilihan